Hubungan Kekurangan Energi Kronik (KEK) Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung kota Padang Panjang Tahun 2018
Categorie(s):
Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
Sari, Neni Tila
Advisor:
Afriyanti, Detty
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
BBLR, KEK, Pukesmas.
DOI:
-
Abstract :
Menurut Kemenkes RI tahun 2017 menyebutkan bahwa angka kematian ibu (AKI) di Indonesia sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup dari data Survai Antar Sensus (SUPAS) tahun 2014. Dan ibu hamil yang mengalami KEK Sebesar 14,8% (Rikesdes tahun2013), Sedangkan AKB (Angka Kematian Bayi) di Indonesia sebesar 22,2 per 1000 kelahiran hidup. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk megetahui hubungan kekurangan energi kronik (KEK) dengan kejadian bayi baru lahir (BBLR). Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan Cross Sectional Study. Sampel dalam penelitian ini seluruh ibu hamil Trimester III berjumlah 219 orang sampel, dengan teknik pengambilan sampel Random sampling, waktu penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni 2019, Instrumen penelitian menggunakan data sekunder dan pengolahan data dengan komputerisasi analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini dari dari 20 responden yang KEK, terdapat 11 orang (55.0%) BBLR. Sedangkan dari 199 responden yang tidak KEK terdapat 8 orang (4.0%) yang BBLR. Setelah dilakukan uji statistik menggunakan sistem komputerisasi terhadap hubungan KEK dan Kejadian BBLR, didapatkan hasil p- value 0,0005 < (0,05 = Alpha).berarti terdapat hubungan antara kekurangan energi kronik (KEK) dengan kejadian bayi berat badan lahirrendah (BBLR) dengan oods ratio adalah 29. Kesimpulan dalam Penelitian ini adalah bahwa kekurangan energi kronik (KEK) Mempengaruhi kejadian bayi berat badan lahir rendah (BBLR). Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk Meningkatkan lagi Nutrisi responden yang Mengalami KEK yang didapatkan dari konsumsi ibu sehari-hari.