Gambaran Dukungan Suami Dan Pengetahuan Akseptor KB Tentang Penggunaan KB Implant Di Wilayah Kerja Puskesmas Mandiangin Kota Bukittinggi Tahun 2019
Categorie(s):
Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
Sulistia, Elsa
Advisor:
Nurhayati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Dukungan Suami, Pengetahuan Akseptor KB, Pengguna Implant.
DOI:
-
Abstract :
Presentase peserta KB baru terhadap pasangan usia subur di Indonesia pada tahun 2015 sebesar 13,46%. Angka ini lebih rendah di bandingkan capaian tahun 2014 yang sebesar 16,51%. Sementara cakupan peserta KB baru di Sumatra Barat 15,21%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Dukungan Suami Dan Pengetahuan Akseptor KB Tentang Penggunaan KB Implant Di Wilayah Kerja Puskesmas Mandiangin Kota Bukittinggi Tahun 2019 Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Penelitian dilakukan di Puskesmas Mandiangin Kota Bukittinggi dan dilakukan pada bulan Juli tahun 2019. Populasi seluruh pasangan usia subur yang menjadi peserta KB aktif. Didapatkan sampel sebanyak 84 orang. Pengolahan data dilakukan secara komputerisasi dengan analisa univariat. Hasil penelitian didapatkan dari 71 responden tidak pengguna implant, sebanyak 43 responden memiliki pengetahuan yang rendah dan 28 responden memiliki pengetahuan yang baik tentang KB implant. Sedangkan untuk dukungan suami didapatkan sebanyak 46 responden tidak mendapatkan dukungan suami dan 25 responden mendapatkan dukungan suami. Sedangkan pengguna implant 13 responden didapatkan 5 responden berpengetahuan baik dan 8 responden berpengetahuan rendah tantang implant. Didapatkan hasil bahwa sebagian besar responden tidak mengetahui tentang keuntungan dari KB implant dan hampir seluruh responden menyatakan bahwa suaminya tidak menyarankan pemakaian KB implant. Dapat disimpulkan bahwa masih kurangnya pengetahuan akseptor KB mengenai KB implant dan masih banyak responden yang tidak mendapatkan dukungan dari suami. Untuk itu diharapkan kepada petugas kesehatan agar menggunakan media informasi saat memberikan informasi tentang KB khususnya Implant pada akseptor KB, sehingga akseptor KB tidak sekedar tahu saja namun bisa memahami secara baik tentang KB implant.