Analisis Pelaksanaan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) di Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2015

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Sisca, Widya
Advisor:
Nurhayati
Silvia
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Analisis, Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS)
DOI:
-
Abstract :
Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) strategi telah terbukti meningkatkan perawatan bagi anak-anak yang sakit di negara berkembang, namun masih cukup banyak ditemukan Puskesmas yang tidak mencapai target dalam pelaksanaan MTBS. Di Kabupaten Lima Puluh Kota masih terdapat 4 Puskesmas dengan cakupan MTBS dibawah 90 %. Dari hasil monitoring evaluasi petugas pengelola program kesehatan anak Dinas Kesehatan diketahui bahwa masih banyak petugas di puskesmas yang kurang mengerti dalam pengisian format MTBS yang sesuai dengan standar, ketersediaan panduan atau bagan serta format MTBS yang kurang, pencatatan dan pelaporan belum dilakukan secara optimal. Tujuan penelitian untuk menganalisis Pelaksanaan MTBS di Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2015. Jenis penelitian kualitatif dengan metode evaluasi study. Informan penelitian diambil secara purposive sampling, yang terdiri dari Kasi Pemegang Program MTBS, Staf Pelaksana Program MTBS, Kepala Puskesmas, Petugas Pelaksana MTBS di Puskesmas yang cakupan MTBS-nya masih rendah (kurang dari 90 %). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara melalui wawancara mendalam dengan petugas yang berhubungan langsung dengan pelaksanaan MTBS. Hasil penelitian ditemukan adanya masalah dalam ketersediaan sarana prasarana, dimana masih banyak bidan yang memiliki tempat pelayanan yang kurang memadai. Sedangkan metode pelaksanaan ditemukan masalah bahwa masih banyak bidan yang tidak melaksanakan MTBS sesuai dengan bagan pelaksanaan MTBS dan tidak mengisi blanko MTBS dengan lengkap. Aspek proses ditemukan pada pelaksanaan, dimana pelaksanaan MTBS tidak berjalan maksimal, karena tidak semua bidan melaksanakannya sesuai dengan protap yang ada. Aspek output pada tahun 2015 ini sudah mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, dimana target yang ingin dicapai adalah 100 % dan pencapaian minimal 80 %. Disimpulkan bahwa pelaksanaan MTBS di Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota belum optimal. Oleh sebab itu, perlu adanya sarana dan prasarana mendukung bagi pelaksanaan MTBS, dan evaluasi terhadap kualitas pelaksanaan MTBS, tidak hanya berpedoman pada laporan yang diberikan oleh bidan atau puskesmas.
Download From Google Drive