Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Rendahnya Akseptor KB Di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Basung Kabupaten Agam Tahun 2019
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Sabatini, Balqis Safira
Advisor:
Fatma, Fitria
Noflindaputri, Resty
Noflindaputri, Resty
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Akseptor, kontrasepsi, motivasi, pendidikan, pengetahuan.
DOI:
-
Abstract :
Penggunaan Kontrasepsi di Puskesmas Lubuk Basung masih rendah karena beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain pendidikan, pengetahuan, social budaya dan motivasi keluarga dan dengan cakupan pelayanan KB pada bulan Mei 2019 di wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Basung3069 orang (58.6%) yang masih jauh di bawah rata-rata pencapaian Kabupaten Agam (70 %). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya Akseptor KB Di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Basung Kabupaten AgamTahun 2019. Desain penelitian ini bersifat deskriptif analitik kepada 98 orang dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10-25 Juli 2019. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan pengolahan data dilakukan dengan teknik komputerisasi dan analisa secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Dari hasil analisa univariat diperoleh sebanyak 71,4% berpendidikan tinggi, 58,2% berpengetahuan tinggi, 56,1% dengan social budaya yang baik, 56,1% mendapatkan motivasi yang baik, dan 56,1% menggunakan kontrasepsi. Dari hasil uji statistik menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara pendidikan (p value = 0,0005 dan OR6,545), pengetahuan(p value = 0,007 dan OR3,385) dan motivasi keluarga (p value = 0,002dan OR 4,113)dengan Penggunaan kontrasepsi tetapi tidak terdapat hubungan antara social budaya(p value = 0,280) dengan Penggunaan kontrasepsi. Disimpulkan pendidikan, pengetahuan dan motivasi keluarga tentang kontrasepsi sangat berhubungan dalam penggunaan kontrasepsi. Saran bagi Puskesmas Lubuk Basung agar melakukan konseling kepada calon akseptor sebagai pemantapan persiapan KB setelah melahirkan serta membuat sarana Promosi Kesehatan (Promkes) misalnya dengan leaflet pentingnya KB dan informasi yang mendukung kelancaran program KB.