Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Dukungan Keluarga Dengan Kegagalan Ibu Nifas Primipara Dalam Pemberian Kolostrum Pada Bayi Baru Lahir 1-3 Hari Di Wilayah Kerja Puskesmas Bidar Alam Tahun 2019
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Khairina, Miftamia
Advisor:
Indreswati
Kasoema, Rahmi Sari
Kasoema, Rahmi Sari
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Kolostrum, Pengetahuan, Dukungan Keluarga, Ibu Nifas.
DOI:
-
Abstract :
Asi Eklusif adalah memberi Air Susu Ibu secara eklusif tanpa ada makanan atau minuman tambahan lainnya yang mulai dilakukan saat bayi baru lahir sampai bayi berumur 6 bulan. Asi eklusif merupakan jenjang untuk pemberian kolostrum pada bayi baru lahir. Di Provinsi Sumatera Barat bayi yang berumur 0-6 bulan yang tercatat dalam register pencatatan pemberian ASI tahun 2017 adalah sebanyak 10.834 orang dan mendapat ASI Eklusif sebanyak 8.101 (74,77%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga dengan kegagalan ibu nifas primipara dalam pemberian kolostrum pada bayi baru lahir 1-3 hari di wilayah kerja puskemas bidar alam tahun 2019. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu nifas primipara pada bulan Juli yang ada di wilayah kerja Puskesmas Bidar Alam yaitu 35 orang dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian meliputi analisis univariat dan analisis bivariate dengan menggunakan uji chi square secara komputerisasi. Hasil analisis univariat 57,1% berpengetahuan rendah, 51,4% mendapat dukungan Keluarga tinggi dan 54,3% yang memberikan kolostrum. Analisa bivariat didapatkan ada hubungan pengetahuan (p= 0.021) dan dukungan keluarga (p=0.011) dengan pemberian kolostrum pada bayi. Kesimpulan penelitian ini adalah pengetahuan dan dukungan keluarga merupakan faktor yang mempengaruhi pemberian kolostrum pada bayi. Diharapkan kepada ibu nifas primipara agar meningkatkan pengetahuan sehingga termotivasi untuk memberikan kolostrum pada bayi baru lahir 1-3 hari.