Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengeluran Kolostrum Pada Ibu Post Sectio Caesarea di RSUD Dr. Achmad Mochtar Kota Bukittinggi Tahun 2019
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Rusnani
Advisor:
Juwita, Lisavina
Fitri, Nina
Fitri, Nina
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Post Sectio Caesarea, pengeluaran kolostrum,stres,mobilisasi,motivasi,dukungan suami.
DOI:
-
Abstract :
Menurut World Health Organization (WHO) serta kementerian kesehatan merekomendasikan bahwa bayi disusui segera setelah lahir dan tidak diberi makanan apapun selain ASI selama 6 bulan pertama kehidupan, tidak diberikan air, ataupun makanan lain, hanya ASI saja. Dari 6 bulan hingga setidaknya 2 tahun, ASI harus tetap diberikan (UNICEF, 2016). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran kolostrum pada ibu post sectio caesarea di RSUD Dr. Achmad Mochtar Kota Bukittinggi tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu post sectio caesarea di RSUD Dr. Achmad Mochtar Buktinggi pada tahun 2019 . Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik accidental Sampling. Penelitian ini dilakukan selama bulan April-Juni 2019. Pengumpulan data penelitian menggunakan lembar kuesioner. Uji statistik menggunakan uji chi-square, berdasarkan hasil penelitian dari 40 responden terdapat 21 (52,5%) lambat dalam pengeluaran kolostrum. 23 (57,3%) mengalami stres. 22 (55,0%) tidak melakukan mobilisasi. 16 (40, 0%) memiliki motivasi rendah 24 (60,0 %) mendapat dukungan kurang baik dari suami. Dapat disimpulkan bahwa stres, mobilisasi, motivasi dan dukungan suami ada pengaruh terhadap pengeluaran kolostrum pada ibu post sectio caesarea. Diharapkan kepada tenaga kesehatan khususnya bidan yang ada di rumah sakit untuk mengoptimal kegiatan promosi kesehatan dan edukasi tentang kolostrum serta menerapkan mobilisasi dengan tidak hanya menganjurkan saja melainkan memotivasi dan mendampingi ibu post sectio cesarea dalam melakukan mobilisasi serta memberikan penyuluhan kepada suami bahwa dukungan dari suami sangat dibutuhkan oleh ibu agar kolostrum cepat keluar.