Faktor -faktor yang berhubungan dengan kecemasan wanita yang menghadapi Menopause di Wilayah kerja Puskesmas Guguk Panjang Kota Bukittinggi Tahun 2019
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Oktari, Niken
Advisor:
Fatma, Fitria
Wulansari, Novi
Wulansari, Novi
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pengetahuan, Lingkungan, Dukungan, Fisik, Kecemasan.
DOI:
-
Abstract :
Berdasarkan sensus penduduk tahun 2000 jumlah perempuan berusia 50 tahun mencapai 15,5 juta orang 7,6% dari total penduduk, tahun 2020 jumlahnya 30,0 juta jiwa atau 11,5% dari total penduduk. Penelitian dilakukan untuk mengetahui Faktor-faktor berhubungan dengan kecemasan wanita yang menghadapi Menopause di Wilayah kerja Puskesmas Guguk Panjang Kota Bukittinggi tahun 2019. Penelitian digunakan adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Penelitian di lakukan di wilayah kerja Puskesmas Guguk Panjang dengan jumlah 2239 wanita berusia 45-59 tahun dengan sampel 100 orang wanita menopause, diambil dengan teknik Metode cluster sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Data dianalisa secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi- square pada taraf kepercayaan 95% (p value = < 0,05). Analisa univariat dari 100 responden diketahui 70% mengalami kecemasan berat, sebanyak 81% memiliki pengetahuan rendah, sebanyak 62% mendapat dukungan dari lingkungan sosial, sebanyak 54% tidak mendapatkan dukungan keluarga dan sebanyak 61% mengalami perubahan fisik. Analisis bivariat diketahui faktor yang berhubungan dengan Tingkat kecemasan wanita menopause adalah pengetahuan (p value = 0,0005 dan OR = 25.524), Perubahan fisik (p value = 0.0005 dan OR = 6.741), dan yang bukan merupakan faktor berhubungan dengan tingkat kecemasan wanita menopause adalah Lingkungan sosial (p value = 0.621) ), dukungan keluarga (p value = 1.000). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan erat antara pengetahuan, perubahan fisik dengan Tingkat kecemasan wanita menopause dan diharapkan kedepannya agar wanita menopause bisa mengikuti posyandu lansia dan konseling yang di lakukan oleh tenaga kesehatan.