Hubungan Perilaku Ibu dengan Pemilihan Penolong Persalinan Di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Kibul Kabupaten Merangin Jambi Tahun 2019
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Fitri, Diana
Advisor:
Sari, Vitria Komala
Delvia, Visti
Delvia, Visti
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pengetahuan, Sikap, Budaya, Dukungan Suami, Pemilihan Penolong Persalinan.
DOI:
-
Abstract :
Di Indonesia angka kematian ibu sebanyak 305/100.00KH dan angka kematian bayi 32/1.000KH. Sampai saat ini, masih banyak pertolongan persalinan dilakukan oleh dukun dan memilih tempat persalinan di rumah yaitu 16,33% tahun 2017. World Health Organization mematikan kelahiran bayi dibantu oleh tenaga kesehatan terlatih, terakreditas seperti bidan, dokter atau perawat yang telah dididik untuk upaya mengurangi angka mortalitas dan mobiditas. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui hubungan perilaku ibu dengan pemilihan penolong persalinan. Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 134 ibu bersalin dengan sampel 57 orang ibu bersalin. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2019. Data dianalisa secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi- square. Hasil analisis univariat 61,4% memilih penolong persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan, 59,6% memiliki pengetahun baik, 57,9% memiliki sikap positif, 63,2% memiliki budaya mendukung dan 61,4% mendapat dukungan suami. Analisis bivariat diketahui hubungan perilaku terhadap pemilihan penolong persalinan adalah pengetahuan (p value = 0,002 dan OR=7,323), sikap (p value= 0,020 dan OR=4,375), budaya (p value=0,013 dan OR=4,875) dan dukungan keluarga (p value= 0,025dan OR4,173). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan, sikap, budaya, dukungan suami dengan pemilihan penolong persalinan. Dari semua variabel yang paling mempengaruhi adalah pengetahuan ibu. Diharapkan agar ibu dan suami atau keluarga memilih penolong persalinan dan melakukan di fasilitas pelayanan kesehatan.