Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepesertaan KB Pria Di Kota Bukittinggi Tahun 2015
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Astuti, Yeni
Advisor:
Hasnita, Evi
Maisyarah
Maisyarah
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Faktor-faktor ; Kepersertaan KB Pria
DOI:
-
Abstract :
Keluarga Berencana adalah program yang bertujuan membantu pasangan suami isteri untuk mengatur, mengontrol interval diantara kehamilan dan kelahiran dalam keluarga. Laporan PPKB Kota Bukittinggi pencapaian akseptor KB pria sebanyak 4.090 akseptor tahun 2013 pencapaian akseptor KB pria sebanyak 748 akseptor (12,76%).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepesertaan KB pria Di Kota Bukittinggi Tahun 2015. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan dilaksanakan pada tanggal 11 sampai dengan 23 Mei 2015. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pria PUS yang berada di kota Bukitinggi dengan jumlah sampel 100 orang dan dipilih menggunakan teknik Simple Random Sampling. Pengolahan data dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat (Uji Chi-Square). Hasil analisis univariat didapatkan 67% memiliki pengetahuan tinggi, 56% memiliki sikap yang positif, 51% mempunyai dukungan keluarga yang kurang, 51% dukungan informasi yang tidak cukup, 58% peran tenaga kesehatan yang kurang dan 56% tidak ikut serta dalam pemakaian kontrasepsi KB. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga dengan kepesertaan KB Pria dengan nilai p dan OR berturut-turut (p=0,031; OR=2,91, p=0,017; OR=2,95, p= 0,000; OR= 11,66) sedangkan dukungan informasi, peran petugas kesehatan tidak terdapat hubungan signifikan dengan kepesertaan KB pria (p=1 ; OR=0,782 dan p=0,41 ; OR=1,52). Keikutsertaan pria dalam program KB, diperlukan sosialisasi petugas kesehatan dan kader untuk melaksanakan penyuluhan kepada suami begitu juga isteri agar isteri berperan aktif dan memberikan dukungan serta pemahaman kepada suami. Pihak BKKBN, PPKB Kota Bukittinggi diperlukan untuk menunjang keaktifan dan kelancaran peran PLKB Kecamatan dan kader KB.