Hubungan Peran Keluarga, Teman Sebaya, Dan Media Informasi Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang HIV/AIDS Di SMA Pembangunan Kota Bukittinggi Tahun 2019

Categorie(s):
   Laporan Tugas Akhir
Author(s):
   Jamiar, Alti
Advisor:
Hasnita, Evi
Wahyuni
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pengetahuan tentang HIV/AIDS.
DOI:
-
Abstract :
Data Profil Dinas Kesehatan propinsi Sumatera Barat tahun 2017 didapati kasus HIV kelompok umur 20-24 tahun sebanyak 89 kasus dari 89 kasus tersebut 15 kasus masuk pada tahap menderita AIDS. Data Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, kasus HIV/AIDS mengalami peningkatan tahun 2016 terdapat 61 kasus positif HIV kemudian meningkat tahun 2017 menjadi 71 kasus HIV. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat hubungan peran keluarga,teman sebaya dan media informasi terhadap pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. Jenis penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional, pengambilan sampel yaitu propotional stratified random sampling, data Primer yang diperoleh dari kuesioner, subjek yang diteliti seluruh remaja yang sekolah di SMA Pembangunan Kota Bukittinggi Tahun 2019, populasi sebanyak 200 orang, sampel penelitian ini 74 orang siswa, kemudian data akan di analisa secara univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian dari 74 responden yang peran keluarganya kurang sebanyak 40 orang (54,1%), peran teman sebaya yang kurang 49 orang (66,2%), dan tidak terpapar media informasi sebanyak 31 orang (41,9%), responden yang memiliki pengetahuan kurang 31 orang (41,9%). Uji statistik menunjukan tidak terdapat hubunga peran keluarga P value= 0.124, peran teman sebaya p value= 0.989 dengan pengetahuan remaja dan terdapat hubungan dengan peran media informasi p value=0.032 dengan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu peran keluarga, teman sebaya tidak terdapat hubungan dengan pengetahuan sedangkan peran media informasi terdapat hubungan dengan pengetahuan, Dengan adanya penelitian ini di harapkan keluarga, teman sebaya bisa pro aktif dalam meningkatkan pengetahuan responden hal ini di lakukan sebagai bentuk langkah pertama pencegahan HIV/AIDS.
Download From Google Drive