Faktor Yang Berhubungan Dengan Breastfeeding Self Efficacy diwilayah Kerja Puskesmas Guguk Panjang Kota Bukittinggi Tahun 2019
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Oktaria, Deli
Advisor:
Sari, Vitria Komala
Fitri, Nina
Fitri, Nina
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pekerjaan, Jenis Persalinan, Paparan Informasi, Dukungan Keluarga, Bendungan ASI Dengan Breastfeeding Self Efficacy.
DOI:
-
Abstract :
Breastfeeding Self Efficacy adalah keyakinan seorang ibu terkait kemampuannya untuk menyusui bayinya. Kurangnya keyakinan diri seorang ibu menjadi salah satu penyebab kegagalan dalam pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan mengetahui Faktor Yang Berhubungan Dengan Breastfeeding Self Efficacy Diwilayah Kerja Puskesmas Guguk Panjang Tahun 2019. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Dimana populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui sebanyak 71 orang. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling. Analisa data meliputi analis univariat dan analisa bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 71 responden, didapatkan lebih dari separuh 46 (64,8%) responden tidak bekerja, 50 (70,4%) responden melahirkan secara normal, 38 (53,5%) mendapatkan informasi tentang ASI eksklusif, 38 (53,5%) responden memiliki dukungan keluarga yang rendah, 45 (63,4%) responden tidak mengalami bendungan ASI, 39 (54,9%) merasa tidak percaya diri dalam menyusui. Analisa bivariat didapatkan ada hubungan pekerjaan dengan breastfeeding self efficacy (p = 0,0005), jenis persalinan dengan breastfeeding self efficacy (p = 0,002), paparan informasi dengan breastfeeding self efficacy (p = 0,0005), dukungan keluarga dengan breastfeeding self efficacy (p =0,002), bendungan ASI dengan breastfeeding self efficacy (p= 0,0005). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan pekerjaan, jenis persalinan, paparan informasi, dukungan keluarga, bendungan ASI dengan breastfeeding self efficacy pada ibu menyusui di wilayah kerja puskesmas guguk panjang tahun 2019. Diharapkan kepada ibu yang bekerja agar dapat membagi waktu antara bekerja dengan menyusui bayi. Serta kepada tenaga kesehatan maupun masyarakat diharapkan lebih peduli kepada ibu menyusui.