Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 1 4 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Hiang Kabupaten Kerinci Tahun 2019
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Mulyani, Ifdhila
Advisor:
Wahyuni
Putri, Nita Tri
Putri, Nita Tri
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Diare pada balita usia 1-4 tahun.
DOI:
-
Abstract :
Menurut World Health Organization (WHO) diare merupakan penyebab kematian nomor 2 pada balita Pada tahun 2017 . Pada data Puskesmas Hiang dari 1.320 jumlah balita (1-5 tahun ) , tercatat balita yang terkena penyakit diare sebanyak 121 orang balita. Dan pada tahun 2018 pada data Puskesmas Hiang dari 890 jumlah balita ( usia 1-4 tahun ), tercatat balita yang terkena penyakit diare sebanyak 101 orang balita .Metode penelitian ini adalah Kuantitatif dengan desain Deskriptif Aanalitik. menggunakan Cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Hiang Kabupaten Kerinci yaitu dengan populasi sebanyak 890dan didapakan sampel sebanyak 90 orang. Sampel diambil dengan teknik (System Random Sampling). Data di analisa secara univariat dan bivariat dengan Uji chi square. Dari hasil penelitian, didapatkan responden yang diare 58 orang balita (64,4%). Responden dengan pengetahuan rendah sebanyak 49 orang (54,4%). Responden dengan hygiene ibu kurang sebanyak 59 orang responden (65,6%). Responden dengan sumber air bersih yang tidak memenuhi syarat sebanyak 59 responden (65,6%) dan Responden dengan status ekonomi yang kurang sebanyak 66 orang responden (73,3%).Uji statistik menunjukkan ada hubungan bermakna antara pengetahuan p value = 0,005 OR= 7.235 , Hygien ibu p value = 0,005 OR= 11.978, sumber air bersih p value = 0,005 OR = 45.933, status ekonomi p value = 0,001 OR = 4.804. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan terdapat Hubungan yang bermakna antara Pengetahuan, Sumber Air Bersih, Hygiene Ibu dan Status Ekonomi dengan Kejadian Diare. Untuk itu diharapkan kepada Responden, dinas kesehatan, puskesma, institusi FDK dan peneliti selanjutnya dapat menjadikan penelitian ini sebagai acuan dalam mengidentifikasi dan mengevaluasi hal-hal yang dapat mempengaruhi kejadian diare pada balita.