Hubungan Mutu Pelayanan Dengan Kepuasan Pasien Rawat Inap Di RSUD Kabupaten Kepulauan Mentawai Tahun 2015
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Desmita, Depi
Advisor:
Abidin, Zainal
Adriani
Adriani
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Mutu Pelayanan, Kepuasan Pasien, Rawat Inap
DOI:
-
Abstract :
Kepuasaan masyarakat adalah suatu tanggapan emosional pada evaluasi terhadap pengalaman konsumsi produk atau jasa. RSUD Kabupaten Kepulauan Mentawai sebagai instansi pemerintah dalam pelayanan publik untuk kesehatan masyarakat perlu melakukan kajian terhadap dimensi mutu pelayanan, sehingga akan terlihat seberapa efektif pelayanan yang diberikan oleh RSUD Kabupaten Kepulauan Mentawai terhadap masyarakat. Hasilnya akan memperlihatkan dimensi dari persoalan pelayanan sehingga implementasinya menjadi agenda kedepan bagi RSUD Kabupaten Kepulauan Mentawai dalam melakukan perbaikan terhadap sistem pelayanan.
Faktor-faktor yang diteliti adalah dimensi mutu pelayanan yaitu ketanggapan, keandalan, jaminan, empati dan bukti langsung. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study dengan populasi seluruh pasien rawat inap selama bulan September dengan Populasi seluruh pasien RSUD kepulauan Mentawai dan sampel seluruh pasien rawat inap RSUD kepulauan Mentawai. Analisis data dengan Univariat dan Bivariat yang pengolahan data dilakukan dengan komputerisasi yaitu uji chi-square.
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa keandalan tidak baik 23 orang (47,9%), ketanggapan tidak baik 25 orang (52,1%), jaminan kurang baik 26 orang (54,2%), empati tidak baik 25 orang (52,1 %) dan bukti langsung tidak baik 24 orang 50% serta pasien merasa tidak puas 30 orang 62,5%. Selanjutnya ada hubungan antara mutu pelayanan dengan kepuasan pasien dengan nilai p value = 0,007 dan nilai OR = 5,5 artinya pasien dengan mutu pelayanan baik berpeluang 5,5 kali untuk merasa puas dibandingkan dengan pasien yang dengan mutu pelayanan tidak baik.
Faktor yang berhubungan dengan kepuasaan pasien yaitunya keandalan, ketanggapan, jaminan, empati, dan bukti langsung. Dengan adanya penelitian ini disarankan Bagi petugas kesehatan di RSUD Kabupaten Mentawai agar lebih meningkatkan lagi mutu pelayanan kesehatan demi mewujudkan masyarakat sehat dan kepuasaan batin dari masyarakat yang mengunakan dan memanfaatkan RSUD tersebut sebagai sarana utama dalam pengobatan.
Faktor-faktor yang diteliti adalah dimensi mutu pelayanan yaitu ketanggapan, keandalan, jaminan, empati dan bukti langsung. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study dengan populasi seluruh pasien rawat inap selama bulan September dengan Populasi seluruh pasien RSUD kepulauan Mentawai dan sampel seluruh pasien rawat inap RSUD kepulauan Mentawai. Analisis data dengan Univariat dan Bivariat yang pengolahan data dilakukan dengan komputerisasi yaitu uji chi-square.
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa keandalan tidak baik 23 orang (47,9%), ketanggapan tidak baik 25 orang (52,1%), jaminan kurang baik 26 orang (54,2%), empati tidak baik 25 orang (52,1 %) dan bukti langsung tidak baik 24 orang 50% serta pasien merasa tidak puas 30 orang 62,5%. Selanjutnya ada hubungan antara mutu pelayanan dengan kepuasan pasien dengan nilai p value = 0,007 dan nilai OR = 5,5 artinya pasien dengan mutu pelayanan baik berpeluang 5,5 kali untuk merasa puas dibandingkan dengan pasien yang dengan mutu pelayanan tidak baik.
Faktor yang berhubungan dengan kepuasaan pasien yaitunya keandalan, ketanggapan, jaminan, empati, dan bukti langsung. Dengan adanya penelitian ini disarankan Bagi petugas kesehatan di RSUD Kabupaten Mentawai agar lebih meningkatkan lagi mutu pelayanan kesehatan demi mewujudkan masyarakat sehat dan kepuasaan batin dari masyarakat yang mengunakan dan memanfaatkan RSUD tersebut sebagai sarana utama dalam pengobatan.