Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kehamilan Risiko Tinggi Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Emas Kabupaten Tanah DatarTahun 2019
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Halvisha, Mumu
Advisor:
Putri, Nita Tri
Nurdin
Nurdin
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Paritas, riwayat penyakit, kehamilan resiko tinggi.
DOI:
-
Abstract :
Kehamilan risiko tinggi adalah terjadinya bahaya dan komplikasi yang lebih besar baik terhadap ibu maupun terhadap janin yang akan dikandungnnya selama masa kehamilan, melahirkan, nifas. Survey awal yang dilakukan 10 ibu hamil diketahui bahwa 60% merupakan ibu hamil dengan usia dibawah 20 tahun. Usia ini terkait dengan alat reproduksi dimana pada usia dibawah 20 tahun didefinisikan bahwa alat reproduksinya belum siap. Tujuan penelitian mengetahui Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kehamilan Risiko Tinggi Di Wilayah Kerja Puskesmas tanjung emas Kabupaten Tanah Datar Tahun 2019 Jenis penelitian ini adalah observasional analytic design pendekatan crossectional study. Tempat penelitian di wilayah kerja puskesmas tanjung emas. Waktu penelitian dilakukan bulan Juli 2019. Sampel penelitian 76 orang. Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kehamilan resiko tinggi diuji dengan uji chi-square dengan derajat kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukkan 46 orang (60,5%) paritas tidak beresiko. 39 orang (51,3%) memiliki jarak kehamilan yang resiko tinggi. 66 orang (86,8%) tidak ada riwayat penyakit. 43 orang (56,6%) akses pelayanan mudah. 41 orang (53,9%) menyatakan peran petugas aktif. 44 orang (57,9%) memeiliki kehamilan resiko rendah. Ada hubungan antara paritas (0,0005), jarak kehamilan (0,0005), akses pelayanan kesehatan (0,031), peran petugas (0,002) dengan kehamilan resikotinggi. Tidak ada hubungan riwayat penyakit dengan kehamilan resiko tinggi (0,734). Disimpulkan bahwa ada hubungan paritas, jarak kehamilan, peran petugas, jarak kehamilan dengan kehamilan resikotinggi. Diharapkan kepada bidan untuk memeberikan penyuluhan dan asuhan untuk mencegah terjadinya kehamilan risiko tinggi terutama dengan jarak kehamilan dekat yang berakibat pada ibu dan janin jika tidak ditindak lanjuti lebih cepat.