Persepsi Masyarakat tentang Pernikahan Dini di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Tahun 2019
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Fajariani, Padila Rizkia
Advisor:
Putri, Nita Tri
Nurdin
Nurdin
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Persepsi, Pernikahan Dini, Remaja, Kesehatan Reproduksi.
DOI:
-
Abstract :
Analisis data perkawinan usia anak di Indonesia mencatat lebih dari 700 juta perempuan yang hidup saat ini menikah sebelum mencapai usia dewasa yaitu usia 18 tahun. Berdasarkan data KUA Kota Padang, dalam 3 tahun terakhir Kecamatan Koto Tangah mengalami peningkatan jumlah remaja yang menikah dini. Pada tahun 2017, mengalami peningkatan yang sangat besar yaitu dari 67 menjadi 423 remaja putri menikah dini terbanyak di Kecamatan Koto Tangah dari 1472 pernikahan remaja putri se-Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam. Pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu sebanyak 11 informan diantaranya 6 pasangan menikah dini, 3 orang tua pasangan menikah dini, 1 orang petugas kesehatan dan 1 orang petugas kantor BKKBN Kota Padang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-Mei tahun 2019. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 10 tema persepsi masyarakat di kecamatan Koto Tangah Kota Padang pernikahan dini dikarenakan faktor internal seperti faktor keinginan sendiri dan faktor eksternal seperti ekonomi, pendidikan yang rendah, kekhawatiran orang tua, pergaulan bebas hingga hamil diluar nikah. Bagi beberapa masyarakat, pernikahan dini sudah dianggap hal yang biasa. Petugas kesehatan telah berupaya menurunkan angka pernikahan dini dengan diadakan posyandu remaja dan petugas kantor BKKBN dengan program Generasi Berencana baik sekolah maupun non sekolah. Kesimpulan penelitian, persepsi masyarakat Kecamatan Koto Tangah tentang pernikahan dini tidak semua berdampak negatif, namun pengetahuam tentang dampak kesehatan reproduksi masih kurang sehingga diperlukan perhatian khusus untuk menanganinya. Oleh karena itu, diharapkan kepada pemerintah dibantu petugas kesehatan, petugas BKKBN, dan masyarakat setempat dapat lebih mengoptimalkan kegiatan posyandu remaja, sosialisasi GenRe untuk mengurangi angka kejadian pernikahan dini di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang.