Hubungan Peran Guru dan Media Sosial Terhadap Perilaku Seksual Remaja di SMA 3 Kabupaten Solok Selatan Tahun 2019
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Rina
Advisor:
Oktavianis
Mardiah, Ainal
Mardiah, Ainal
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Perilaku Seksual Remaja, Peranan Guru, Media Sosial.
DOI:
-
Abstract :
Fenomena perilaku pacaran di kalangan remaja sudah sangat umum.Hampir sebagian besar remaja yang sekaligus siswa ini telah dan pernahberpacaran, baik remaja kota maupun remaja desa. Meningkatnya minat terhadap seks menyebabkan para remaja atau siswa selalu berusaha untuk mencari berbagai informasi mengenai seks.Oleh sebab itu diperlukan peran guru dalam memberikan pemahaman kepada siswa-siswinya mengenai dampak hubungan seks bebas dini.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran guru dan media sosial terhadap perilaku seksual remaja di SMA 3 Kabupaten Solok Selatan Tahun 2019 . Rancangan penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional.Peneltian dilakukan di SMA 3 Solok Selatan.Penelitian di lakukan di SMA 3 Solok Selatan dari bulan Mei s/d Juni 2019.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X dan XI SMA 3 Kabupaten Solok Selatan dengan jumlah 268 orang yang diambil dengan simpel Random sampling. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa peran guru yaitu 53% berperan terhadap perilaku seks remaja , media sosial yaitu 58.2% berperilaku negatif oleh media sosial, dan kejadian perilaku seks remaja yaitu 54,9% beresiko.Hasil analisis bivariat: Ada hubungan peran guru (p= 0.000 < 0.05) dan media sosial (p=0,000 < 0.05) terhadap perilaku seks remaja. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan guru berperan penting dalam memberikan pembelajaran mengenai perilaku seks pada remaja, sehingga kedepannya siswa dapat mengetahui dampak dari perilaku seks itu.Media sosial juga sangat mempengaruhi perilaku seksual remaja, karena media ial mempengaruhi perilaku negatif remaja.Oleh karena itu, disarankan penulis pada penelitian ini agar guru dapat memberikan pemahaman tentang perilaku seksual kepada siswa agar perilaku seks yang banyak terjadi pada remaja tidak meningkat.