Analisis Perbedaan Kadar Fe Air Sebelum Dan Sesudah Disaring Arang Tempurung Kelapa Di Kelurahan Koto Selayan Wilayah Kerja Puskesmas Nilam Sari Kota Bukittinggi Tahun 2015
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Wahyuni, Inggra
Advisor:
Efriza
Santy, Rini
Santy, Rini
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Arang batok kelapa, kadar Fe, waktu perendaman (12 jam dan 24 jam)
DOI:
-
Abstract :
Fe dan Mn merupakan logam berat esensial, di mana keberadaannya dalam kadar tertentu sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia, namun dalam kadar yang berlebihan dapat menimbulkan efek racun. Dalam air minum, kadar besi yang diperbolehkan yakni masing- masing 0,2 mg/L dan 0,4 mg/L sedangkan untuk kadar maksimum yang diperbolehkan kandungan zat besi (Fe) untuk air bersih adalah 0,3 Mg/l (PerMenKes RI, 2010). Penelitian ini Untuk Analisis Perbedaan Kadar Fe Air Sebelum Dan Sesudah Disaring Arang Tempurung Kelapa Di Wilayah Kerja Puskesmas Nilam Sari Kota Bukittinggi Tahun 2015. Telah dilakukan penelitian Analisis Perbedaan Kadar Fe Air Sebelum Dan Sesudah Disaring Arang Tempurung Kelapa Di Kenagarian Koto Selayan Wilayah Kerja Puskesmas Nilam Sari Kota Bukittinggi Tahun 2015. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2015 dengan penelitian Quasi eksperimental design dan populasi penelitian ini 70 buah sumur gali. Sampel menggunakan metode teknik purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 8 sumur gali. Analisa dalam penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji statistik dependen sampel t-test dependent dengan derajat kepercayaan 95%(= 0.05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 8 sumur gali, Ada perbedaan kadar zat besi (Fe) yang signifikan sebelum dilakukan perendaman dengan arang tempurung kelapa, dibandingkan dengan rendaman 12 jam dengan P value 0.011 . Ada perbedaan kadar zat besi (Fe) yang signifikan sebelum dilakukan perendaman dengan arang tempurung kelapa, dibandingkan dengan rendaman 24 jam dengan P value 0.011.Ada perbedaan kadar zat besi (Fe) yang signifikan setelah direndam 12 jam, dengan rendaman 24 jam menggunakan arang tempurung kelapa dengan P value = 0.00
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu arang batok kelapa efektif dalam penurunan kadar Fe pada perendaman 12 jam dan 24 jam pada air sumur di Wilayah Kerja Puskesmas Nilam Sari Kota Bukittinggi tahun 2015. Disarankan kepada Puskesmas dan Dinas Kesehatan Agar dilakukan pemeriksaan parameter kimia pada sumur gali masyarakat secara berkala.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu arang batok kelapa efektif dalam penurunan kadar Fe pada perendaman 12 jam dan 24 jam pada air sumur di Wilayah Kerja Puskesmas Nilam Sari Kota Bukittinggi tahun 2015. Disarankan kepada Puskesmas dan Dinas Kesehatan Agar dilakukan pemeriksaan parameter kimia pada sumur gali masyarakat secara berkala.