Faktor yang Mempengaruhi Tanda-Tanda Bahaya Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Guguk Panjang Kota Bukittinggi Tahun 2019
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Sefti, Amelia
Advisor:
Febriyeni
Putri, Yelmi Reni
Putri, Yelmi Reni
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Status Ekonomi, Status gizi, Peran Petugas Kesehatan, Tanda-Tanda Bahaya Kehamilan.
DOI:
-
Abstract :
Menurut WHO tahun 2015, diperkirakan setiap hari terdapat sekitar 830 kematian ibu yang disebabkan karena komplikasi kehamilan dan persalinan. Penyebab utama dari kematian tersebut adalah perdarahan, tekanan darah tinggi, infeksi, dan penyebab kematian tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor yang mempengaruhi tanda-tanda bahaya pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Guguk Panjang Kota Bukittinggi tahun 2019. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Guguk Panjang Kota Bukittinggi pada bulan Juli - Agustus 2019. Populasi seluruh ibu hamil yang berjumlah 421 orang dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling berjumlah 87 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil didapatkan 49,4% ibu hamil dengan tanda-tanda bahaya pada kehamilan bermasalah. 43,7% ibu hamil memiliki status ekonomi rendah, sebesar 52,9% ibu hamil mengalami gizi kurang dan 42,5% peran petugas kesehatan tidak aktif. Terdapat hubungan status ekonomi (p = 0,004 dan OR 4,078), status gizi (p = 0,0005 dan OR 23,981) dan peran petugas kesehatan (p = 0,0005 dan OR 9,321) dengan tanda-tanda bahaya pada ibu hamil. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan status ekonomi, status gizi dan peran petugas kesehatan dengan tanda-tanda bahaya pada ibu hamil, maka diharapkan kepada bidan agar lebih meningkatkan kualitas pelayanan penyuluhan khususnya tentang tanda-tanda bahaya kehamilan sehingga ibu hamil dapat segera memeriksakan diri ke petugas kesehatan jika mengalami tanda-tanda bahaya kehamilan.