Analisis Pelaksanaan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di Puskesmas Bidar Alam Kabupaten Solok Selatan Tahun 2019

Categorie(s):
   Laporan Tugas Akhir
Author(s):
   Setiawati, Dian Murni
Advisor:
Silvia
Nurhayati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
PONED, Pelaksanaan, Kualitatif, Puskesmas.
DOI:
-
Abstract :
Angka Kematian Ibu menunjukan kemampuan dan kualitas pelayanan kesehatan, dan pengetahuan masyarakat, kualitas kesehatan lingkungan, sosial budaya serta hambatan dalam memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan.Pelayanan Kegawatdaruratan dapat diberikan di Puskesmas disebut dengan PONED sedangkan pelayanan diberikan dirumah sakit di istilah dengan pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimana Pelaksanaan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di Puskesmas Bidar Alam Kabupaten Solok Selatan tahun 2019. Metode Penelitian menggunakan pendekatan Kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara mendalam dan observasi, mulai bulan juni - juli tahun 2019. Informan dalam penelitian ini berjumlah 8 orang.. Hasil analisa menunjukan bahwa dari komponen input yaitu SDM/tenaga (kurangnya petugas terlatih), segi sarana prasarana (adanya peralatan yang rusak dan obat-obatan yang sudah kedaluarsa), segi metode (belum jelas), segi dana(sumber dana dari BOK). komponen proses yaitu perencanaan (tersusun dengan baik), pelaksanaan (belum terlaksana), pengorganisasian (belum memiliki struktur pengorganisasian yang jelas), dan pengawasan (dalam satu tahun terakhir belum ada kunjungan/ pemantauan dari DDK). komponen output yaitu pelaksanaan program PONED di puskesmas Bidar Alam Kab. Solok Selatan belum berjalan dengan baik, kendalanya adalah dalam segi SDM/tenaga, sarana prasarana ,metoda serta kurangnya sosialisasi program PONED kepada masyarakat. Kesimpulan dari hasil penelitian menyatakan bahwa pelaksanaan program PONED di puskesmas Bidar Alam belum berjalan dengan baik mulai dari segi tenaga, sarana prasarana, metode serta kurangnya promosi/ sosialisasi kepada masyarakat.untuk itu peneliti menyarankan adanya peningkatan tenaga terlatih PONED, melengkapi peralatan dan obatobatan yang kurang , adanya kejelasan dari metode yng digunakan, serta adanya sosialisasi kepada ,masyarakat tentang program PONED.
Download From Google Drive