Hubungan Pengetahuan, Sikap Dan Peran Petugas Dengan Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk Aedes Aegypti Di Kelurahan Campago Ipuh Wilayah Kerja Puskesmas Mandiangin Koto Selayan Tahun 2015
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Hermanto, Wahyu
Advisor:
Harisna
Femelia, Welly
Femelia, Welly
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Pengetahauan, Sikap Dan Peran Petugas
DOI:
-
Abstract :
Pemberantasan sarang nyamuk aedes aegypti yang efektif dan efisien melalui kegiatan 3M plus, yaitu menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air dan mengubur barang bekas serta menabur bubuk abate di tempat penampungan air atau menyingkirkan barang bekas yang memungkinkan dijadikan tempat perindukan dan perkembangbiakan jentik nyamuk Aedes aegypti. Berdasarkan Data Dinas Kota Bukittinggi menunjukkan bahwa pada tahun 2014 di Kecamatan Mandiangin terjadi kasus penyakit DBD sebanyak 154 (IR = 68,5) kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Sikap Dan Peran Petugas Dengan Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk Aedes Aegypti Di Kelurahan Campago Ipuh Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Tahun 2015 Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional study dengan jumlah populasi 1.533 orang dan diddapatkan sampel sebanyak 93 responden. Penelitian ini dilakukan Di Keluharan Campago Ipuh Kecamatan Mandiangin Koto Selayan pada bulan Agustus 2015. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan rumus uji statistik Chi-square dan penentuan Odds Ratio (OR). Hasil analisa univariat didapat kegiatan PSN aedes Aegipty tidak baik (59,1%). pengetahuan rendah (52,7%), sikap negatif (54,8%) dan peran petugas baik (54,8%). Hasil bivariat didapatkan bahwa faktor-faktor yang bermakna yaitu: Pengetahuan (p value = 0,001 ; OR =4,45), Sikap (p value = 0,024 ; OR =2,9) dan peran petugas kesehatan (p value = 0,016 ; OR =3,17) Dari hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap dan peran petugas kesehatan berhubungan dengan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk aedes aegypti. Diharapkan peran masyarakat, dengan didukung oleh keterlibatan Dinas kesehatan, Puskesmas, tokoh masyarakat, dan lintas sektor sangat menunjang keberhasilan program pemberantasan sarang nyamuk aedes aegypti.