Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Epilepsi di Poli Anak RSUD Dr. Achmad Mochtar Tahun 2018
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Amendra, Yuni Rahminita
Advisor:
Naili, Syafrian
Noflidaputri, Resty
Noflidaputri, Resty
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Gangguan Serebral, Gangguan Metabolik, Kecenderungan Epilepsi yang Diturunkan dan Epilepsi.
DOI:
-
Abstract :
Epilepsi merupakan penyakit otak tersering di dunia yang insidensinya meningkat pada usia anak-anak. Prevalensi epilepsi pada bayi dan anak-anak cukup tinggi. Menurut WHO 2018, Lebih dari 50 juta orang di seluruh dunia menderita epilepsi dan 80% di antaranya hidup di negara berkembang. Berdasarkan survey awal yang dilakukan di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi, didapatkan ada 143 penderita epilepsi pada tahun 2018. Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 125 penderita epilepsi. Penelitian ini bersifat Deskriptif Retrospektif dengan rangcangan Cross Sectional. Jumlah populasi sebanyak 143 kemudian sampel diambil menggunakan teknik Total Sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi berjumlah 53 responden Penelitian menggunakan Medical Record dan dilakukan selama 3 minggu dibulan Februari 2019. Setelah dilakukannya penelitian, didapatkan dari 53 responden, bahwa 34 (64,20%) mengalami gangguan serebral, 7 (13%) mengalami gangguan metabolik, 23 (43,4%) mengalami epilepsi yang diturunkan dan 46 (86,8%) mengalami kejadian epilepsi umum. Dari hasil uji statistik didapatkan tidak ada hubungan bermakna antara gangguan serebral, gangguan metabolik, kecenderungan timbulnya epilepsi yang diturunkan dengan kejadian epilepsi karena P-Value > 0,05. Dari penelitian ini diharapkan adanya penurunan jumlah kunjungan dengan kejadian epilepsi yang bisa didapatkan dari petugas kesehatan RSUD Dr. Achmad Mochtar dengan meningkatkan pelayanan kesehatan serta penanganan secara dini sehingga kejadian epilepsi dapat tertangani dengan