Hubungan Lama Penggunaan Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Dengan Kejadian Melasma di Wilayah Kerja Puskesmas Plus Mandiangin Kota Bukittinggi Tahun 2019
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Karomah, Muftihatul
Advisor:
Wulansari, Novi
Kartika, Imelda R.
Kartika, Imelda R.
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Lama Penggunaan KB suntik 3 bulan, dan Kejadian Melasma.
DOI:
-
Abstract :
Kota Bukittinggi merupakan salah satu kota di Sumatra Barat dengan capaian penggunaan kontrasepsi suntik yang cukup tinggi, dimana pada tahun 2017 tercatat pemakaian kontrasepsi suntik sebanyak 39% degan capaian tertinggi di Puskesmas Plus Mandiangin (31%). Dan di Puskesmas Plus Mandiangin terdapat 39,2% yang mengalami cloasma atau melasma, spotting 23,7%, metrorargia 14,4% dan menorargia 12,4%. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan dengan kejadian melasma di wilayah kerja Puskesmas Plus Mandiangin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif korelasional dan rancangan penelitian Crossectional, dilakukan di bulan Februari 2019. Populasi penelitian adalah ibu yang menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Plus Mandiangin dengan jumlah sampel 89 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji statistik Chi-Square dan regresi logistik dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukan responden yang mengalami kejadian melasma 49 responden (55,1%). Hasil uji statistik menunjukan ada hubungan lama penggunaan KB suntik 3 bulan dengan kejadian melasma dengan p=0,000 di Wilayah Kerja Puskesmas Plus Mandiangin Tahun 2019. Akseptor KB menggunakan pemakaian kontrasepsi suntik 3 bulan yang lebih dari 2 tahun dari 89 responden terdapat 56 responden 62,9%. Petugas kesehatan, terutama kebidanan dalam upaya meningkatkan layanan kepada akseptor dalam hal yang terkait dengan pengobatan efek samping kontrasepsi injeksi 3 bulan efektif dimana diperlukan konseling kepada akseptor tersebut dengan mengubah cara penggunaan kontrasepsi setelah pemakaian lebih dari 2 tahun.