Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian ASI Eksklusif Pada Ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Guguk Panjang Kota Bukittinggi Tahun 2019
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Oktaviyani, Ririn
Advisor:
Yenni
Sari, Vitria Komala
Sari, Vitria Komala
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pemberian ASI eksklusif, Pengetahuan, Sikap, Dukungan Keluarga dan Status Pekerjaan.
DOI:
-
Abstract :
Kota Bukittinggi merupakan salah satu kota di Sumatra Barat Dengan capaian ASI Eksklusif yang masih rendah, dimana pada tahun 2017 sebesar 58% dibandingkan capaian ASI Eksklusif provinsi yaitu (74,77%). Dan di puskesmas Guguk Panjang pada tahun 2018 pencapaian ASI eksklusif sebesar 35,7% hal ini masih rendah dan belum mencapai target yang telah ditentukan oleh pihak puskesmas Guguk Panjang sebesar 47%. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Guguk Panjang Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross-sectional, dilakukan di bulan Februari 2019. Populasi penelitian adalah ibu yang menyusui ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Guguk Panjang dengan jumlah sampel 115 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji statistik Chi-Square dan regresi logistik dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukan pemberian ASI eksklusif dengan capaian 63 responden 54,8%. Hasil uji statistik menunjukan ada hubungan pengetahuan dengan pemberian ASI p=0,001, ada hubungan sikap dengan pemberia ASI p=0,048, ada hubungan dukungan keluarga dengan pemberian ASI p=0,040. Terdapat hubungan pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga dengan pemberian ASI. Tindak lanjut dari penelitian ini perlu adanya penyuluhan mengenai ASI eksklusif dan gizi kepada ibu oleh petugas kesehatan untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi dari umur 0-6 bulan serta petugas kesehatan dan pemerintahan kesehatan dapat memberhentikan program penjualan susu formula pada bayi dibawah 6 bulan.