Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Merokok di Dalam Rumah Di Jorong Lasi Mudo Nagari Lasi Kecamatan Canduang Kabupaten Agam Tahun 2016
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Idris, Muhammad
Advisor:
Rujidto
Putri, Yelmi Reni
Putri, Yelmi Reni
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Motivasi, Faktor Psikologis, Peranan Petugas Kesehatan, Perilaku Merokok di Dalam Rumah
DOI:
-
Abstract :
Perilaku merokok merupakan salah satu kebiasan yang sering dilakukan didalam sebuah keluarga, baik itu dilakukan oleh kepala keluarga atau anggota keluarga lainnya yang berdampak negatif bagi anggota keluarga khususnya balita. Rokok menyebabkan lebih dari 80% laki-laki dan hampir 50% perempuan meninggal karena kanker paru-paru. Di Jorong Lasi Mudo Nagari lasi rata-rata penduduknya berperilaku merokok yaitu sebanyak 74,6% yang berperilaku merokok, hal ini menunjukan bahwa perilaku merokok terbilang tinggi di Jorong Lasi Mudo. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan motivasi, faktor psikologis, dan peran petugas kesehatan terhadap perilaku merokok di dalam rumah di Jorong Lasi Mudo Nagari Lasi Kecamatan Canduang Kabupaten Agam. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2016 dengan populasi sebanayak 686 KK di jorong Lasi Mudo Nagari Lasi dengan sampel 88 KK, penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study yang diambil dengan simple random sampling dengan menggunakan kuisioner. Hasil yang didapatkan adalah jumlah responden yang merokok dalam rumah 59,1%, mayoritas faktor psikologis responden untuk merokok masih negatif (64,8%), responden dengan motivasi rendah 53,4%, dan sejumlah 53,4%. Responden menjawab peran petugas yang berperan. Analisa bivariat ditemukan ada hubungan bermakna antara motivasi, faktor psikologis dan peran petugas kesehatan terhadap perilaku merokok didalam rumah (nilai p=0.003, OR=4.118; p = 0.008, OR = 3.725; p = 0.002, OR = 4.800). Kesimpulan, dari ketiga variable independent peranan petugas sangat erat hubungannya dengan perilaku merokok didalam rumah. Peneliti menyarankan agar tenaga kesehatan dapat menjadi model perilaku tentang merokok bagi masyarakat.