Efektifitas Subsurface Flow Constructed Wetland Dengan Memanfaatkan Tumbuhan Equisetum Hymale Dalam Menurunkan Kadar Lemak Minyak Pada Limbah Cair Rumah Tangga Di Desa Rawang Kota Pariaman Tahun 2016
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Andirasdini, Lolita Suchayana
Advisor:
Putra, Billy Harnaldo
Nurdin
Nurdin
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Lemak Minyak, Limbah Cair Rumah Tangga, Constructed Wetland, Equisetum Hymale
DOI:
-
Abstract :
Pencemaran lingkungan dari limbah cair domestik banyak mengandung bahan organik. Untuk meminimalisir pencemaran tersebut, pengolahan secara biologis dijadikan sebagai pilihan utama. Salah satunya menggunakan Sistem Lahan Basah (Constructed Wetland) dengan memanfaatkan tumbuhan Equisetum Hymale (bambu air). Tujuannya untuk mengetahui rata-rata kadar lemak minyak dalam badan air, mengetahui rata-rata kadar lemak minyak sebelum dan setelah diberi perlakuan pada Constructed Wetland (CWs), mengetahui perbedaan ratarata kadar lemak minyak pada bak kontrol dan CWs, serta mengetahui perbedaan rata-rata kadar lemak minyak melalui tumbuhan Equisetum Hymale 15 rumpun dan 30 rumpun. Penelitian ini jenis penelitian eksperimen sungguhan rancangan pretest posttest dengan kelompok control. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 29 Juli 26 Agustus di Desa Rawang Kota Pariaman Tahun 2016. Objek penelitian ini yaitu limbah cair rumah tangga sebanyak 20 sampel. Hasil penelitian didapatkan rata-rata kadar lemak minyak dalam badan air sebesar 838.41 mg/l. Rata-rata kadar lemak minyak sebelum diberi perlakuan pada CWs yaitu 193.70 mg/l. Rata-rata kadar lemak minyak setelah diberi perlakuan pada CWs yaitu 47.205 mg/l. Perbedaan rata-rata kadar lemak minyak pada bak Kontrol dan CWs sebesar 215.24 mg/l. Perbedaan rata-rata kadar lemak minyak melalui tumbuhan Equisetum hymale 15 rumpun dan 30 rumpun sebesar 146.50 mg/l. CWs dengan memanfaatkan tumbuhan bambu air mampu menurunkan kadar lemak minyak pada limbah cair rumah tangga. Hal ini disebabkan karena sistem pengolahan limbah cair secara biologis sesuai untuk limbah cair rumah tangga banyak mengandung bahan buangan organik, terutama lemak dan minyak. Diharapkan masyarakat dapat menggunakan metode ini sebagai alternatif penurunan kadar lemak minyak pada limbah cair rumah tangga.