Faktor Resiko Gejala Keracunan Dalam Penggunaan Pestisida Pada Petani Sayur Di Jorong Simpang Tigo Koto Baru Kec X Koto Kab Tanah Datar Tahun 2016
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Rike
Advisor:
Harisnal
Rudjito
Rudjito
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Petani, keracunan pestisida, pengetahuan, lama penyemprotan, penggunaan alat pelindung diri
DOI:
-
Abstract :
Dalam upaya meningkatkan mutu dan produktifitas hasil pertanian, penggunaan pestisida untuk membasmi hama tanaman sering tak terhindarkan. Penyemprotan pestisida yang tidak memenuhi aturan mengakibatkan dampak bagi kesehatan petani itu sendiri yaitu timbulnya keracunan pada petani. Petani sayur di Jorong Simpang Tigo Kotobaru telah bekerja selama 5-10 tahun bahkan ada yang lebih dari 10 tahun. Semenjak bibit mulai ditanam hingga panen biasanya petani sayur tersebut melakukan penyemprotan 1-2 kali dalam sebulan dengan rata-rata lama waktu penyemprotan 7-9 jam/hari. Biasanya petani sayur tesebut melakukan penyemprotan mulai dari pagi hari sampai siang hari, dan kemudian dilanjutkan lagi sore harinya. Kegiatan penyemprotan dilakukan sepanjang tahun, sehingga tingkat paparan petani terhadap pestisida sangat tinggi, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor resiko gejala keracunan dalam penggunaan pestisida pada petani sayur di Jorong Simpang Tigo Kotobaru Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak 50 orang dan cara pengambilan sampel dengan menggunakan Metode Simple Random Sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Juli September 2016. Pengukuran data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis data pada penelitian ini menggunakan distribusi frekuensi dan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan dari 50 orang petani mengalami gejala keracunan sebanyak 31 (62%) orang. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan responden (p = 0,001), lama penyemprotan (jam/hari) (p = 0,020), dan penggunaan alat pelindung diri (p = 0,0005) dengan gejala keracunan pestisida. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan, lama penyemprotan dan penggunaan apd dengan munculnya gejala keracunan pestisida. Disarankan perlu adanya penyuluhan atau pelatihan pertanian yang lebih intensif dari penyuluh pertanian untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam penggunaan pestisida yang aman, tepat dan sesuai prosedur. Di samping itu perlu dilakukan pemeriksaan kholinesterase secara berkala pada petani oleh petugas kesehatan untuk mencegah efek keracunan pestisida.