Beban Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Komunikasi Terapeutik Di Rsup. Dr. M. Djamil Padang Tahun 2019
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Sari, Sri Wahyuni Permata
Advisor:
Juwita, Lisavina
Amelia, Sherly
Amelia, Sherly
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Beban kerja, Motivasi kerja, komunikas terapeutik.
DOI:
-
Abstract :
Lebih dari 60% pasien dan keluarga pasien yang berada dirawat inap non bedah (penyakit dalam) mengatakan kurang puas dengan komunikasi terapeutik yang dilakukan oleh perawat, pasien menyatakan bahwa perawat kurang informatif dan jarang memperkenalkan diri sebelum melakukan perawatan maupun tindakan medis, Beban kerja dan motivasi kerja berkaitan erat dengan produktifitas tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan beban kerja dan motivasi kerja dengan komunikasi terapeutik di RSUP Dr. M. Djamil. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik menggunakan desain cross sectional. Dari 74 orang sampel dengan menggunakan teknik Total Sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah beban kerja, motivasi kerja dan komunikasi terapeutik. Pengukuran variabel penelitian dengan menggunakan kuisioner dan observasi yang dilakukan peneliti secara langsung. Dari hasil penelitian adalah 42 perawat (65,6%) memiliki beban kerja berat dengan komunikasi terapeutik baik 6(28,6%), komunikasi terapeutik kurang 22(34,4%). Beban kerja ringan dengan komunikasi terapeutik diterapkan 15(71,4 %), komunikasi terapeutik kurang 7(16,3%). Dan 42 perawat (65,6%) memiliki motivasi kerja tinggi dengan komunikasi terapeutik baik 35(76.2%), komunikasi terapeutik kurang 8(18,6%). Motivasi kerja rendah dengan komunikasi terapeutik baik 5(23.8%), komunikasi terapeutik kurang 35(81.4%). Hasil analisis didapatkan nilai p-value 0,000 dengan tingkat kesalahan 5 % (0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adanya hubungan antara beban kerja dan motivasi kerja dengan komunikasi terapeutik. Penelitian ini menyarankan untuk meringankan beban kerja dengan menambah jumlah perawat dan meningkatkan motivasi kerja bagi perawat yakni dengan jalan memberikan insentif atau bonus bagi perawat, sehingga perawat termotivasi untuk lebih meningkatkan kinerja kerjanya terutama komunikasi terapeutik..