Analisis Kejadian BBLR di Kota Sawahlunto Tahun 2018
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Hastrina, Lasmi
Advisor:
Silvia
Nengsih, Widya
Nengsih, Widya
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Kejadian BBLR.
DOI:
-
Abstract :
Beratbadanbayisaatdilahirkanmerupakanfaktorpentinguntukkelangsunganh idupbayi.Olehsebabitu, program peningkatanderajatkesehatandi Indonesia pun fokusuntukmengurangipresentase BBLR. Salahsatuupaya yang dapatdilakukangunamencegahterjadinya BBLR adalahmemprediksisecaradiniberatjanin yang adadalamkandunga. KebijakanKesehatanIbudanAnak (KIA) menggunakankonsepContinum Of Care, dimanakesehatanibudananaksangatberkaitan. Tujuan penelitian untuk menganalisis kejadian BBLRdi Kota Sawahluntotahun 2018. Metodepenelitiankualitatifdenganmetodeevaluasi study.InformanterdiridariKepalaDinasKesehatan Kota Sawahlunto, Ka.bid Program KIA DKK Sawahlunto, KepalaPuskesmas, BidanPemegangKesehatanMasyarakatdanBidanDesa.Pengumpulan data dilakukanmelaluiwawancaramendalamdanobservasi. Analisis data dilakukansetiapsaatpengumpulan data dilapangansecaraberkesinambungan. Hasil penelitian ditemukanmasihkurangnyapelatihan-pelatihan yang diberikanpada SDM terutamatenagakontrakdanmaishsaranaprasarana yang mendukungpelaksanaan program KIA. Adanyamasalahpadapelaksanaan program KIA dalamrangkamencegah BBLR, yaituperlunyapeningkatankualitaspelayanandankegiatan yang dilaksanakan, sertapelayanandiPustukurang optimal karenaterkendalasaranaprasarana. Kejadian BBLR dalam 3 tahunterakhirdi Kota Sawahluntoberfluktuatif, penyebabnyaitu yang paling banyak adalah karena kelahiran premature, gemeli, penyakitwaktuhamildankuranggizi (KEK) serta anemia Disimpulkan bahwa kejadian BBLR di Kota Sawahlunto masih meningkat karena dalam segi Input untuk sumber daya manusianya masih perlu pelatihan pelatihan dan penambahan sarana prasarana. Dari segi proses perlu pengorganisasian yang lebih tepat terutama untuk di desa sehingga bisa meningkatkan kualitas pelayanan.