Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Pauh Kota Padang Tahun 2019
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Nova, Tri Mutia
Advisor:
Nurhayati
Paramitha, Firsty Ayu
Paramitha, Firsty Ayu
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Status Gizi, Penyakit infeksi, Pola makan, Kejadian stunting.
DOI:
-
Abstract :
Indonesia merupakan Negara dengan peringkat ke lima dunia terbanyak, balita dengan stunting. Pemantauan status gizi 2017 menyatakan bahwa prevelensi nasional stunting anak di bawah lima tahun mencapai 40,3%. Upaya peningkatan status gizi masyarakat termasuk penurunan prevalensi stunting pada balita menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional yang tercantum di dalam sasaran pokok Rencana Pembangunan jangka Menengah tahun 2015 2019. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting di wilayah kerja puskesmas Pauh Padang tahun 2018. Penelitian ini bersifat deskriptifanalitik dengan pendekatan cross sectional, dilaksanakan pada bulan 21-26 Januari 2019. Dari 300 orang populasi,didapatkan sampel sebanyak 75 orang ibu yang mempunyai balita. Dengan menggunakan teknik random sampling. Analisis data univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi square. Analisis univariat diketahui 29,3% yang mengalami kejadian stunting, 41,3% mengalami status gizi kurang baik, 48% memperoleh riwayat penyakit infeksi , 48% yang memiliki pola makan kurang baik. Analisis bivariat diketahui faktor yang mempengaruhi kejadian stunting adalah status gizi (pvalue = 0,000 dan OR = 38,1) penyakit infeksi (pvalue = 0,012 dan OR = 4,400), pola makan (pvalue = 0,045 dan OR = 3,265). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan penyakit infeksi, pola makan dengan kejadian stunting, dan diharapkan agar keluargalebih memperhatikan pola makan dan selalu memantau tumbuh kembang anak ke tenaa kesehatan.