Hubungan Jenis Luka Perineum, Personal Hygiene Dan Kadar Hemoglobin Terhadap Lama Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Nifas Di Bpm B Dan R Bukittinggi Tahun 2018
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Andriani, Retno
Advisor:
Sari, Vitria Komala
Fitri, Nina
Fitri, Nina
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Jenis luka, personal hygiene, hemoglobin penyembuhan Luka.
DOI:
-
Abstract :
Hampir 90 % pada proses persalinan mengalami robekan perineum dengan episiotomi atau rupture. Penyembuhan luka perineum ada yang sembuh normal ada yang mengalami keterlambatan. Hal ini disebabkan berbagai faktor diantaranya nutrisi, mobilisasi dini, jenis luka, personal hygiene, dan hemoglobin pada masa nifas. Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan jenis luka, personal hygiene, dan kadar hemoglobin terhadap lamanya penyembuhan luka perineum pada ibu post partum di BPM B dan R Bukittinggi tahun 2018. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional, populasi penelitian ini adalah Seluruh Ibu post partum di BPM B dan R berjumlah 40 orang. Sampel penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan Kuesioner dengan analisis secara Univariat dan Bivariat menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 37,5% ibu nifas jenis luka perineum dengan rupture dan terdapat hubungan jenis luka (p = 0.005) OR= 44,33 dengan lamanya penyembuhan luka perineum, 42,5 % ibu nifas memiliki personal hygiene yang tidak baik, dan terdapat hubungan personal hygiene (p = 0,001) OR = 13,22 dengan lamanya penyembuhan luka perineum, 2,5% kadar hemoglobin yang rendah dan tidak terdapat hubungan hemoglobin( p = 0,001) OR=1000, dengan lamanya penyembuhan luka perineum . Disimpulkan terdapat hubungan antara jenis luka, personal hygiene terhadap lamanya penyembuhan luka perineum ibu post partum dan tidak terdapat hubungan kadar hemoglobin terhadap lamanya penyembuhan luka perineum ibu post partum. Kepada semua ibu post partum yang umumnya bersalin di BPM B dan R agar lebih memperhatikan personal hygiene, dan kadar hemoglobin untuk mempercepat penyembuhan luka perineum.