Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Peran Tenaga Sanitasi dengan Kondisi Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) Rumah Tangga di Jorong Kubu Baru Panyinggahan Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam Tahun 2016
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Afdhal, Fakhrul
Advisor:
Rudjito
Yanti, Cici Apriza
Yanti, Cici Apriza
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Pengetahuan, Sikap dan Peran, Sanitasi, Kondisi Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL)
DOI:
-
Abstract :
Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) keluarga adalah perlengkapan pengelolaan air limbah bisa berupa pipa atau pun lainnya yang digunakan untuk menyalurkan air limbah ketempat pengelolaannya.Jorong Kubu Baru merupakan wilayah tertinggi dengan kepemilikan SPAL tidak memenuhi syarat di Kenagarian Maninjau yaitu sebesar 83,33%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan peran tenaga sanitasi dengan kondisi saluran pembuangan air limbah (SPAL) rumah tangga di Jorong Kubu Baru Panyinggahan Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam Tahun 2016. Jenis penelitian ini deskriptifanalitik denganpen dekatan cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh kepala keluarga di Jorong Kubu Baru Panyinggahan yang berjumlah 128 KK. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan jumlahsebanyak 56 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data hasil penelitian meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa53,6% responden berpengetahuan rendah, 60,7% responden menunjukkan sikap negatif, dan 85,7% responden menyatakan peran petugas sanitasi kurang baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan kondisi SPAL ( p = 0,000, OR = 14,625), ada hubungan sikap dengan kondisi SPAL (p = 0,00, OR = 12,444 dan ada hubungan peran tenaga sanitasi dengan kondisi SPAL ( p = 0,004, OR = 15,4). Dapatdisimpulkanbahwapengetahuan, sikap dan peran tenaga sanitasi berhubungan dengan kondisi SPAL rumah tangga. Untuk itu diharapkan kepada berbagai pihak, khususnya tenaga sanitasi untuk dapat meningkatkan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat agar pengetahuan masyarakat tentang SPAL dapat ditingkatkan dan termotivasi untuk memiliki SPAL dengan kondisi yang memenuhi syarat.