Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Rendahnya Cakupan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Kolok Kota Sawahlunto Tahun 2018
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Masniwarnis
Advisor:
Nurhayati
Rezkiki, Fitrianola
Rezkiki, Fitrianola
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pengetahuan, motivasi, social budaya, dukungan suami, dukungan petugas, ASI eksklusif.
DOI:
-
Abstract :
UNICEF dan WHO merekomentasikan pemberian ASI eksklusif sampai bayi berumur enam bulan. Kenyataannya bahwa cakupan pemberian ASI eksklusif di Kota Sawahlunto adalah 71,9 %, dengan cakupan terendah di Puskesmas Kolok yaitu 67,1 %. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif. Metode penelitian analitik, dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kolok Kota Sawahlunto pada tanggal 14 November 14 Desember 2018. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6 12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kolok, berjumlah 62 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan panduan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik chi-square. Hasil analisis univariat diketahui (66,1 %) responden memiliki pengetahuan tinggi, (59,7 %) motivasi rendah, (64,5 %) sosial budaya baik, (53,2%) memperoleh dukungan suami yang baik, (51,6 %) menyatakan dukungan petugas baik, dan (58,1 %) tidak memberikan ASI eksklusif pada bayinya. Hasil bivariat ada hubungan motivasi ibu (p = 0,035 dan OR = 3,545), social budaya (p = 0,045 dan OR = 3,758), dukungan petugas (p = 0,036 dan OR = 3,536) dengan pemberian ASI eksklusif. Serta tidak ada hubungan pengetahuan ibu (p = 1,000) dan dukungan suami (p = 0,861) dengan rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif Disimpulkan bahwa ada factor yang paling berhubungan dengan rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif adalah motivasi ibu. Diharapkan pada petugas kesehatan agar melakukan kunjungan rumah dan memberikan motivasi pada ibu menyusui untuk memberikan ASI secara eksklusif.