Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Stunting pada Balita DiWilayah Kerja Puskesmas Padusunan Kota Pariaman Tahun 2018
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Kamisa
Advisor:
Rifdi, Febriniwati
Fitri, Nina
Fitri, Nina
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pengetahuan, Status Ekonomi, BBLR, ASI ekslusif, dan Stunting.
DOI:
-
Abstract :
Pada tahun 2017 22,2% atau sekitar 150,8 juta balita di dunia mengalami stunting. Rata-rata prevalensi balita stunting di Indonesia tahun 2005-2017 adalah 36,4% (WHO, 2018). Status gizi balita di Kota Pariaman berdasarkan TB/U prevalensi balita pendek sebanyak 631 orang (8,7%) tahun 2016 dan 591 orang (9,1%) pada tahun 2017 . Kasus terbanyak terdapat di puskesmas padusunan sebanyak 155 orang (21,1%) tahun 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat Faktor Faktor yang Berhubungan dengan stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Padusunan Kota Pariaman Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita diwilayah kerja Puskesmas Padusunan Kota Pariaman yaitu sebanyak 707 balita. Sampel yang diambil sebanyak 34 balita kasus dan 34 balita control dengan teknik simple random sampling. Data diolah secara manual dan di analisis secara univariat dalam tabel distribusi frekuensi dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54,4% responden memiliki tingkat pengetahuan yang rendah, 55,9% responden memiliki status ekonomi yang rendah, 63,2% bayi responden tidak mengalami BBLR, 55,9% responden tidak memberikan ASI Eksluisif dan 50% responden mengalami stunting. Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan stunting, nilai p= 0, 000 , status ekonomi dengan stunting, nilai p= 0, 001, BBLR dengan stunting, nilai p= 0, 000, dan ASI eksklusif dengan stunting, nilai p= 0, 000. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, status ekonomi, BBLR dan ASI Eksklusif berhubungan dengan stunting. Disarankan kepada responden untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan kepada tenaga kesehatan untuk dapat meningkatkan pemeriksaan kepada balita pada saat posyandu.