Pengaruh OksitosinMassage dengan Aromaterapi Ekstrak Kapulaga Terhadap Peningkatan Produksi ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Kajai Pasaman Barat Tahun 2019
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Suzana, Herlina
Advisor:
Hasnita, Evi
Zuraida
Zuraida
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Oksitosin Massage, Aromaterapi, Produksi ASI.
DOI:
-
Abstract :
Menurut WHO 2011 bahwa hanya 40% bayi di dunia yang mendapatkan ASI Ekslusif sedangkan 60% bayi lainya ternyata mendapatkan ASI non Ekslusif saat usianya kurang dari 6 bulan. Hal ini menggambarkan bahwa pemberian ASI Ekslusif masih rendah sedangkan pemberian ASI non Ekslusif diberbagai negara masih tinggi. Pijat oksitosin salah satu upaya dalam peningkatan produksi ASI.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh oksitosin massage dengan aromaterapi ekstrak kapulaga terhadap produksi ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Kajai Pasaman Barat tahun 2019. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Kajai Pasaman Barat mulai tanggal 15 Desember 2018 sampai 17 Januari 2019. Jenis penelitian ini adalahQuasi eksperimen dengan rancangan non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah 20 orang ibu nifas dari 48 orang ibu nifas yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Kajai Pasaman Barat Tahun 2019. Teknik pengambilan sampel menggunakanpurposivesampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan di analisis dengan secara univariat dan bivariat. Hasil analisis univariat di peroleh setelah dilakukan oksitosin massage dengan aromaterapi ekstrak kapulaga,ada penambahan berat badan bayi dari 3300 menjadi 3700 dan rata-rata kenaikan berat badan bayi yaitu sekitar 400 gr. Hasil analisis bivariat diketahui ada pengaruh yang signifikan dengan p value sebesar0,0005 karena nilai p< 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh oksitosin massage dengan aromaterapi ekstrak kapulaga terhadap produksi ASI. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh oksitosin massage dengan aromaterapi ekstrak kapulaga terhadap produksi ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Kajai Pasaman Barat Tahun 2019. Ibu nifas diharapkan dapat menggunakan metode ini sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan produksi ASI.