Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ruptur Perineum Pada Ibu Bersalin Di Wilayah Kerja Puskesmas Gulai Bancah Bukittinggi Tahun 2018
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Islamiah, Annisaul
Advisor:
Febriyeni
Yenni
Yenni
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Umur, Paritas, Posisi Meneran, Keterampilan Pemimpin Persalinan, Ruptur Perineum.
DOI:
-
Abstract :
Masih tingginya angka kematian ibu yang salah satu penyebabnya adalah ruptur perineum dengan persentase 80% Di Indonesia Tahun 2016. Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin+uri), yang dapat hidup ke dunia luar, dari rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan lain.Ruptur perineum adalah robekan yang terjadi pada saat bayi lahir baik secara spontan maupun dengan menggunakan alat atau tindakan. Robekan perineum umumnya terjadi pada garis tengah dan bisa menjadi luas apabila kepala janin lahir terlalu cepat.Tujuan dari penelitian ini adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin di Wilayah Kerja Puskesmas Gulai Bancah Bikittinggi tahun 2018. Desain Dalam penelitian ini menggunakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional study . Populasi pada penelitian ini adalah 90 orang ibu bersalin di Wilayah kerja Puskesmas Gulai Bancah Tahun 2018. dengan sampel sebanyak 40 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Acidental sampling.Teknik pengumpulan sampel menggunakan lembar observasi.penelitian ini dilakukan pada tanggal 22 Oktober-04 Januari 2019.Aanalisis data menggunakan Chi-Square Test. Hasil menunjukan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian ruptur perineum adalah paritas (p-value 0,022), sedangkan yang variabel tidak berhubungan adalah umur (0,427), posisi meneran, keterampilan pemimpin persalinan dalam penahanan perineum (p-value 0,587). Kesimpulkan bahwa-faktor yang berhubungan dengan kejadian ruptur hanyalah paritas di wilayah Kerja Puskesmas Gulai Bancah Bukittinggi Tahun 2018. Disarankan kepada petugas kesehatan (bidan) memberikan informasi pendidikan kesehatan pada ibu hamil pada trimester tiga dan saat ibu ingin bersalin mulai dari ibu inpartu sampai pembukaan lengkap sehingga dapat mengantisipasi kejadian ruptur perineum.