Faktor Yang Berhubungan Dengan Kunjungan Balita Ke Posyandu Di Wilayah Kerja Puskesmas Surantih Kebupaten Pesisir Selatan Tahun 2018
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Putri, Elmawardhani Septia
Advisor:
Oktavianis
Wahyuni
Wahyuni
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Dukungan Keluarga, TOMA, Peran Kader, Kunjungan Balita.
DOI:
-
Abstract :
Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan permasalahan gizi yang kompleks. PSG tahun 2017 menyatakan bahwa presentase status gizi balita yaitu 3,1 % sangat kurus, 8,0% kurus, 84,6% normal dan 4,3 % gemuk, yang memicu munculnya permasalahan gizi pada balita yang akan berdampak pada kematian, maka diperlukan perbaikan gizi dengan melakukan pemberdayaan masyarakat seperti posyandu. Cakupan kunjungan posyandu terendah di diwilayah kerja Puskesmas Surantih yaitu 76,1%. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor yang berbungan dengan kunjungan balita ke posyandu. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional, dilaksanakan pada bulan Oktober 2018. Dari 236 orang populasi, didapatkan sampel sebanyak 70 orang ibu yang mempunyai balita. Dengan menggunakan teknik random sampling. Analisis data univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi square. Analisis univariat diketahui 31,4% tidak melakukan kunjungan posyandu, 47,1% memperoleh dukungan kurang baik dari keluarga, 32,9% dukungan kurang baik dari TOMA, 45,7% peran kader kurang baik. Analisis bivariat diketahui faktor yang berhubungan dengan kunjungan posyandu adalah dukungan keluarga (p value = 0,008 dan OR = 4,863), dukungan TOMA (p value = 0,213 dan OR = 2,244), peran kader (p value = 0,022 dan OR = 3,908). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan dukungan keluarga dan peran kader dengan kunjungan balita ke posyandu, dan diharapkan agar keluarga memberikan dukungan kepada ibu agar membawa balitanya ke posyandu untuk mengetahui pertumbuhan serta perkembangannya dan kepada petugas kesehatan serta pemuka masyarakat untuk memberikan penyuluhan agar masyarakat lebih berperan aktif dalam mewujudkan generasi yang sehat.