Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Beresiko Pada Remaja SMA Swasta Karya Bakti Di Kota Bukittinggi Tahun 2018
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Wijaya, Sari
Advisor:
Rusti, Sukarsi
Kasoema, Rahmi Sari
Kasoema, Rahmi Sari
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Media informasi, orang tua, pengetahuan, seksual, teman sebaya.
DOI:
-
Abstract :
Fenomena perilaku seksual semakin mengarah kepada tindakan berisiko. Lebih dari 30 kasus perilaku seksual beresiko remaja diantaranya berduaan, berpelukan dan berciuman di tempat sepi terjadi di Kota Bukittinggi pada tahun 2018. Dampak perilaku seksual berisiko bagi siswa disekolah telah banyak menyebabkan korban jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktorfaktor yang berhubungan dengan perilaku seksual berisiko pada remaja di SMASwasta Karya Bakti Kota Bukittinggi tahun 2018. Desain penelitian ini bersifat deskriptif analitik kepada seluruh siswa dan siswi kelas X-XII SMA Swasta Karya Bakti Kota Bukittinggi sebanyak 100 orang dengan pengambilan sampel secara Stratified Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan pengolahan data di lakukan dengan teknik komputerisasi dan analisa secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Dari hasil analisa univariat diperoleh sebanyak 61% berpengetahuan tinggi, 57% peran teman sebaya negatif, 53% belum terpapar media informasi, 54% peran orang tua mendukung, dan 69% perilaku seksual tidak beresiko. Dari hasil uji statistik menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antarapengetahuan (p value = 0,013dan OR 0,262), peran teman sebaya (p value = 0,030 dan OR4,818), media informasi (p value = 0,010dan OR 3,473) dan peran orang tua (p value = 0,012 dan OR 0,284) dengan perilaku seksual beresikoremaja. Dapat disimpulkan peran teman sebaya berpengaruh besar terhadap perilaku seksual berisiko pada remaja. Saran bagi remaja agar memilih teman yang baik dalam pergaulan dan sebaiknya mengisi kegiatan yang bersifat positif dan tidak merugikan diri sendiri serta mengikuti berbagai penyuluhan dan seminar tentang kesehatan reproduksi baik yang dilakukan sekolah maupun diluar sekolah.