Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Wilayah Kerja Puskesmas Mandiangin Bukittinggi Tahun 2018
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Andila, Siska Marju
Advisor:
Wahyuni, Aria
Sari, Novi Wulan
Sari, Novi Wulan
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).
DOI:
-
Abstract :
Berdasarkan laporan Puskesmas Mandiangin dari bulan Januari-Juli Tahun 2018 dengan jumlah PUS sebanyak 3.385 orang, peserta KB aktif sebanyak 402 orang atau hanya 11,87% dan belum mencapai target KB Sumatera Barat yaitu 90%. Berdasarkan masalah yang ada,maka peneliti tertarik untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Wilayah Kerja Puskesmas Mandiangin Bukittinggi Tahun 2018. Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan desain penelitian cross sectional study. Penelitian ini telah dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Mandiangin Bukittinggi pada tanggal 20-29 Desember 2018. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh akseptor KB aktif berjumlah 402 orang, pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling, dengan sampel sebanyak 51 orang. Data dikumpulkan dengan wawancara/angket menggunakan bantuan kuesioner, serta dianalisis dengan menggunakanan alisis univariat dan bivariat (Chi-Square). Dari hasil penelitian, dari 51 orang responden sebanyak 34 orang (66,7%) tidak menggunakan MKJP, 32 orang (62,7%) memiliki pengetahuan rendah, 28 orang (54,9%) peran kader yang tidak baik, 34 orang (66,7%) memiliki dukungan suami yang tidak mendukung. Terdapat hubungan pengetahuan dengan penggunaan MKJP (p=0,002). Terdapat hubungan peran kader dengan penggunaan MKJP (p=0,004). Terdapat hubungan dukungan suami dengan penggunaan MKJP (p=0,002). Terdapat hubungan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Wilayah Kerja Puskesmas Mandiangin Bukittinggi Tahun 2018. Dapat disimpulkan bahwa lebih dari separoh responden tidak menggunakan MKJP, berpengetahuan rendah, memiliki peran kader tidak baik, dukungan suami yang tidak mendukung. Diharapkan kepada tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan penyuluhan tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) untuk menjarakkan kehamilan dan menunda kehamilan lebih dari 2 tahun.