Hubungan Beban Kerja, Status Gizi dan Dukungan Sosial Dengan Stres Kerja Perawat di Ruangan Rawat Inap RSUD Dr Achmad Mochtar BukittinggiTahun 2016
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Febriyaningsih, Lisa
Advisor:
Femelia, Welly
Rudjito
Rudjito
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Stres Kerja, Beban Kerja, Status Gizi dan Dukungan Sosial
DOI:
-
Abstract :
Stres merupakan suatu tanggapan dalam menyesuaikan diri yang dipengaruhi oleh perbedaan individu dan proses psikologis. Berdasarkan data yang di dapatkan dari laporan kelompok Penyakit Akibat Kerja RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi pada tahun 2014, terdapat 7 orang petugas Rumah Sakit dan Mahasiswa praktek mendapatkan kecelakaan kerja (tertusuk jarum suntik), pada tahun 2015 terdapat peningkatan sebesar 70% dari tahun sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja, status gizi dan dukungan sosial dengan stres kerja perawat di Ruangan Rawat Inap RSUD Dr Achmad Mochtar BukittinggiTahun 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah surveyanalitikdengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh perawat di ruangan rawat inap. Pengambilan sampel menggunakan Total Sampling dengan besar sampel 133 responden. Data ini dianalisa secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat (57,9%) respondenmengalamistress kerja, (63,2%) responden dengan beban kerja tinggi, (62,4%) responden dengan status gizi tidak normal dan (69,2%) responden dengan dukungan sosial rendah. Hasil analisa bivariat diketahui bahwa variabel yang berhubungan dengan stres kerja yaitu beban kerja dengannilai p=0,026(p<0,05) dan OR= 0,400 dan dukungan sosial dengan nilai p=0,018 (p<0,05) dan OR = 2,647. Sedangkan untuk status gizi terdapat hubungan yang tidak bermakna dengan stress kerja dengan nilai dimana p=0,600 (p>0,005) dengan OR= 1,291. Dari hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa beban kerja dan dukungan sosial dapat menyebabkan terjadinya stres dimana lama kerja, dan kenyamanan yang didapatkan dari lingkungan kerja dapat mempengaruhi terjadinya stres kerja.