Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien TB Paru di Poli Paru RSUD Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman Tahun 2018
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Zulhasdarwita
Advisor:
Adriani
Oktorina, Rola
Oktorina, Rola
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pengetahuan, persepsi, efek samping obat, kepatuhan minum obat TB Paru.
DOI:
-
Abstract :
Faktor utama penyebab terjadinya resistansi kuman terhadap OAT adalah ulah manusia sebagai akibat tata laksana pengobatan pasien TB yang tidak dilaksanakan dengan baik. Jumlah pasien TB di Poli Paru RSUD Lubuk Sikaping mengalami peningkatan dalam 3 tahun terakhir, yaitu pada tahun 2016 sebanyak 195 kasus, tahun 2017 sebanyak 312 kasus. Pada bulan Januari Juli 2018 terdapat 132 kasus, dengan kunjungan sebanyak 772 kunjungan. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pasien TB paru. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study Populasi adalah penderita TB paru yang berkunjung ke poli paru RSUD Lubuk Sikaping, rata-rata kunjungan 129 orang per bulan. Sampel berjumlah 57 orang. dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Pengolahan dan analisa data dilakukan secara komputerisasi menggunakan uji statistik chi-square. Hasil analisa univariat diketahui 50,9 % responden memiliki pengetahuan tinggi, (57,1 %) persepsi baik, (93,0 %) mengalami efek samping berat, dan 54,4% tidak patuh dalam minum obat TB paru. Hasil bivariat tidak ada hubungan pengetahuan (p = 0,227 dan OR = 2,215) dan persepsi (p = 0,322 dan OR = 3,913) dengan kepatuhan minum obat TB paru, serta ada hubungan persepsi dengan kepatuhan minum obat pasien TB paru (p = 0,017 dan OR = 4,615). Disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pasien TB paru adalah persepsi. Diharapkan pada petugas kesehatan agar dapat menggali persepsi pasien TB paru tentang pengobatan TB paru dan meluruskan persepsi-persepsi yang salah, serta memotivasi pasien TB paru untuk selalu patuh minum obat TB paru.