Pengaruh Edukasi Terhadap Peran Keluarga Sebagai PMO Pada Pasien TB Paru Dirawat Inap Paru RSUD Solok Tahun 2018
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Irdayanti
Advisor:
Yenni
Kartika, Imelda R.
Kartika, Imelda R.
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Edukasi, PMO, TB Paru.
DOI:
-
Abstract :
Indonesia Negara penyumbang TB kedua.RSUD Mohammad Natsir merupakan Rumah Sakit yang mempunyai poli dan rawat inap penyakit paru yang sudah menggunakan strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short- course) dimana focus utamanya adalah PMO yang diperankan oleh keluarga.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada pengaruh edukasi terhadap keluarga sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) Pasien TB Paru di Rawat Inap Paru RSUD Mohammad Natsir Solok 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi eksperimen dengan rancangan penelitian one group pre test post test, terdapat satu varibel peran PMO pasien TB dan dilakukan intervensi edukasi kesehatan. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 40 orang. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji Paired T Test untuk melihat ada tidaknya pengaruh edukasi terhadap peran keluarga sebagai PMO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diketahui rata-rata peran sebagai PMO sebelum diberikan edukasi adalah 2,62 dengan standar deviasi 0,49. bahwa rata-rata peran keluarga sebagai PMO sesudah dilakukan edukasi adalah 32,25 dengan standar deviasi 6,86. rata-rata peran keluarga sebelum intervensi adalah 2,62 dan setelah diberikan intervensi 32,25. Terdapat perbedaan rata-rata peran keluarga antara sebelum dan sesudah intervensi pemberian edukasi terhadap peran keluarga atau responden sebagai PMO pasien TB paru dengan beda rata-rata 2,96 dengan nilai P = 0,000, artinya terdapat perbedaan peran keluarga antara sebelum dan sesudah intervensi. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian edukasi terhadap peran keluarga sebagai PMO pada pasien TB Paru di rawat inap Paru RSUD Mohammad Natsir Solok. Untuk itu, disarankan kepada tenaga kesehatan untuk lebih meningkatkan lagi edukasi kesehatan pada keluarga pasien TB Paru yang berperan sebagai PMO.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada pengaruh edukasi terhadap keluarga sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) Pasien TB Paru di Rawat Inap Paru RSUD Mohammad Natsir Solok 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi eksperimen dengan rancangan penelitian one group pre test post test, terdapat satu varibel peran PMO pasien TB dan dilakukan intervensi edukasi kesehatan. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 40 orang. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji Paired T Test untuk melihat ada tidaknya pengaruh edukasi terhadap peran keluarga sebagai PMO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diketahui rata-rata peran sebagai PMO sebelum diberikan edukasi adalah 2,62 dengan standar deviasi 0,49. bahwa rata-rata peran keluarga sebagai PMO sesudah dilakukan edukasi adalah 32,25 dengan standar deviasi 6,86. rata-rata peran keluarga sebelum intervensi adalah 2,62 dan setelah diberikan intervensi 32,25. Terdapat perbedaan rata-rata peran keluarga antara sebelum dan sesudah intervensi pemberian edukasi terhadap peran keluarga atau responden sebagai PMO pasien TB paru dengan beda rata-rata 2,96 dengan nilai P = 0,000, artinya terdapat perbedaan peran keluarga antara sebelum dan sesudah intervensi. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian edukasi terhadap peran keluarga sebagai PMO pada pasien TB Paru di rawat inap Paru RSUD Mohammad Natsir Solok. Untuk itu, disarankan kepada tenaga kesehatan untuk lebih meningkatkan lagi edukasi kesehatan pada keluarga pasien TB Paru yang berperan sebagai PMO.