Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Lingkungan Masyarakat Dengan Pemutusan Mata Rantai Penularan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Durian Kota Sawahlunto Tahun 2016
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Amelia, Sesti Novita
Advisor:
Novela, Vina
Nurdin
Nurdin
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Pengetahuan, Sikap dan Lingkungan Masyarakat, Pemutusan Mata Rantai Penularan, Demam Berdarah Dengue (DBD)
DOI:
-
Abstract :
Demam berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang ditandai dengan panas (demam) dan disertai dengan pendarahan, yang disebabkan oleh virus dengue. Pada tahun 2015 jumlah kasus DBD di Kota Sawahlunto sebanyak 170 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan lingkungan masyarakat dengan pemutusan mata rantai penularan demam berdarah dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Sungai Durian Kota Sawahlunto Tahun 2016. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan desain cross sectional, dilakukan penelitian terhadap pemutusan mata rantai penularan DBD dengan menggunakan kuesioner dengan subjek penelitian berjumlah 92 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan pengambilan sampel secara simple random sampling. Adapun yang menjadi variabel independen adalah pengetahuan, sikap, lingkungan dan variabel dependen adalah pemutusan mata rantai penularan DBD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara 92 responden diketahui jumlah pemutusan mata rantai penularan DBD kurang baik 42 (45,7%) responden, pengetahuan rendah berjumlah 41 (44,6%) responden, sikap negatif berjumlah 36 (39,1%) responden, sedangkan lingkungan kurang baik berjumlah 41 (44,6%) responden. Hasil uji statistik hubungan pengetahuan terhadap pemutusan mata rantai penularan DBD didapatkan nilai p = 0,0005 dengan OR = 5,692 terhadap sikap diperoleh nilai p = 0,0005 dengan OR= 8,200, Terhadap lingkungan diperoleh nilai p = 0,0005 dengan OR = 3,452. Pada penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa pengetahuan, sikap dan lingkungan berhubungan dengan pemutusan mata rantai penularan DBD. Di harapkan kepada masyarakat setempat agar mau berperan aktif pada setiap kegiatan dalam pemutusan mata rantai DBD.