Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes Aegypti di Kelurahan Garegeh Tahun 2018
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Anggaraini, Dessy Putri
Advisor:
Nurdin
Sari, Mila
Sari, Mila
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Keberadaan, Jentik Nyamuk, Tindakan 3M Plus, Peran Petugas, Lingkungan Fisik.
DOI:
-
Abstract :
Penyakit Demam Berdarah Dengue merupakan salah satu masalah kesehatan yang jumlah penderitanya cenderung maningkat dan penyebarannya yang luas.Salah satu tolak ukur Program DBD adalah Angka bebas jentik,sebagaimana Kemenkes menetapkan ABJ95% sedangkan ABJ Triwulan IV 2017 di Puskesmas Nilam sari ABJ paling rendah adalah Kelurahan Garegeh.Tujuan penelitian ini mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keberadaan jentik nyamuk aedes aegypti di kelurahan Garegeh tahun 2018
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik, dengan desain cross sectional study. Penelitian ini dilakukan seluruh rumah di Kelurahan Garegeh tahun 2018 berjumlah 566 rumah, sampel diambil secara sistimatik random sampling yang berjumlah 186 rumah. Data dikumpulkan melalui wawancara terpimpin dan observasi, kemudian diolah secara komputerisasi dengan menggunakan chi-square.
Hasil analisis univariat (61.7%) memiliki Container Indeks dengan kepadatan tinggi, (61.2%) melakukan Tindakan 3M Plus dengan Kurang Baik, (52.5 %) peran petugas kurangbaik, (51.9 %) memiliki lingkungan fisik kurang baik dengan.dari. Hasil bivariat terdapat hubungan signifikan antara Tindakan 3M Plus dengan keberadaan jentik (p=0.001 danOR=0.312), Peran petugas dengan keberadaan jentik (p=0.006 dan OR=0.414), Lingkungan Fisik dengan keberadaan jentik (p=0.000 dan OR=3.240)
Disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan keberadaan jentik nyamuk aedesaegypti adalah tindakan 3M Plus, peran petugas dan lingkungan fisik. Diharapkan kepada istitusi kesehatan dapat mengkoordinasi kader dan memberikan pelatihan agar program yang sudah terencana berjalan dengan mestinya.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik, dengan desain cross sectional study. Penelitian ini dilakukan seluruh rumah di Kelurahan Garegeh tahun 2018 berjumlah 566 rumah, sampel diambil secara sistimatik random sampling yang berjumlah 186 rumah. Data dikumpulkan melalui wawancara terpimpin dan observasi, kemudian diolah secara komputerisasi dengan menggunakan chi-square.
Hasil analisis univariat (61.7%) memiliki Container Indeks dengan kepadatan tinggi, (61.2%) melakukan Tindakan 3M Plus dengan Kurang Baik, (52.5 %) peran petugas kurangbaik, (51.9 %) memiliki lingkungan fisik kurang baik dengan.dari. Hasil bivariat terdapat hubungan signifikan antara Tindakan 3M Plus dengan keberadaan jentik (p=0.001 danOR=0.312), Peran petugas dengan keberadaan jentik (p=0.006 dan OR=0.414), Lingkungan Fisik dengan keberadaan jentik (p=0.000 dan OR=3.240)
Disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan keberadaan jentik nyamuk aedesaegypti adalah tindakan 3M Plus, peran petugas dan lingkungan fisik. Diharapkan kepada istitusi kesehatan dapat mengkoordinasi kader dan memberikan pelatihan agar program yang sudah terencana berjalan dengan mestinya.