Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kasus Pencabutan Gigi Permanen pada Pasien Poli Gigi di Puskesmas Biaro Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam Tahun 2016
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Lestari, Wahyu Putri Eka
Advisor:
Harisnal
Rusti, Sukarsi
Rusti, Sukarsi
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Karies Gigi, Pencabutan Gigi, Penyakit Periodontal, Perilaku.
DOI:
-
Abstract :
Pencabutan gigi adalah proses pengambilan gigi tanpa rasa sakit dengan trauma seminimal mungkin terhadap jaringan sekitarnya. Prevalensi penyakit gigi penduduk Indonesia sebanyak 67% dimana rata-rata 5 gigi pada setiap penduduk mempunyai pengalaman dengan indikasi pencabutan, ini kategori tinggi berdasarkan kriteria WHO. Di Puskesmas Biaro Prevalensi kasus pencabutan gigi permanen merupakan kasus tertinggi setiap tahunnya dimana terdapat 1462 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kasus pencabutan gigi permanen pada pasien poli gigi di Puskesmas Biaro Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam Tahun 2016. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional dimana pengumpulan variabel independen dan dependen dilakukan secara bersamaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Jumlah sampel sama dengan populasi 45 orang. Penelitian dilakukan bulan Agustus 2016 di Puskesmas Biaro. Data yang terkumpul dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan 77,8% responden mencabut gigi, 51,1% memiliki perilaku kurang baik, 66,7 % mengalami karies tidak parah dan 77,8% mengalami penyakit periodontal. Berdasarkan analisis bivariat terdapat hubungan bermakna antara perilaku (pvalue 0,004, OR=15,231), karies gigi (pvalue 0,009, OR=7,875), penyakit periodontal (pvalue 0,029, OR=0,167) dengan kasus pencabutan gigi permanen. Kesimpulannya adalah variabel independen yang paling beresiko terhadap variabel dependen adalah perilaku. Saran dalam penelitian ini terhadap responden diharapkan agar lebih meningkatkan kesadaran diri akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut agar terhindar dari masalah penyakit gigi dan mulut terutama kasus pencabutan gigi permanen serta memeriksakan perkembangan kesehatan gigi dan mulut secara berkala 1 kali dalam 6 bulan.