Analisis Kinerja Petugas Terhadap Capaian Case Detection Rate (CDR) Dalam Program Penanggulanganpenyakit Tb Paru Di Puskesmas Mandiangin Kota Bukittinggi Tahun 2018

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Astuti, Igha Ariesta Dwi
Advisor:
Nurhayati
Rusti, Sukarsi
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
TB Paru, Penemuan Kasus (CDR), Kinerja Petugas.
DOI:
-
Abstract :
Tuberkulosis adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Cace Detection Rate (CDR) yaitu proporsi jumlah pasien baru TB BTA positif yang ditemukandandiobatiterhadapjumlahpasienbaru TB BTA postif yang diperkirakandalamsatuwilayahtersebut. Di Puskesmas Mandiangin angkapenemuankasus TB parupadatahun 2016 yaitusekitar137 kasusdan BTA (+) sebanyak 7 orang penderita dengan proporsi 28%, sedangkan target angka penemuan kasus di Puskesmas Mandiangin yaitu sebanyak256 kasusdan BTA (+) sebanyak 25 penderita dengan proporsi 70%. Hal ini menunjukkan bahwa masih adanya kendala dalam pelaksanaan program penanggulangan TB paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara jelas dan mendalam tentang kinerja petugas terhadap capaian penemuan TB paru di Puskesmas Mandiangin. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap 4 informan yang terdiri dari 1 orang pemegang program TB paru Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, 1 orang pemegang program TBPuskesmas Mandiangin, 1 orang staf laboraturium Puskesmas Mandiangin, 1 orang pasien TB paru. Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja petugas terhadap capaian CDR TB paru terhadap program penanggulangan TB paru belum maksimal dan rangkap jabatan yang dimiliki oleh petugas. Hal ini ditandai dengan kualitas petugas TB paru masih kurang dalam upaya penemuan kasus, penemuan kasus kebanyakan hanya menunggu pasien datang berobat. Masih tingginya stigma masyarakat terhadap penyakit TB paru. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan masih ada petugas yang rangkap jabatan, penemuan kasus yang dilakukan secara pasif, dan realisasi penemuan kasus yang tidak mencapai target. Saran yang diberikan adalah memberikan latihan terus-menerus kepada petugas TB di puskesmas, memperkuat kegiatan penjaringan suspek TB secara aktif, memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang TB, meningkatkan hubungan kerjasama lintas sektor.
Download From Google Drive