Hubungan Perilaku Merokok, Kepadatan Hunian Kamar Dan Luas Ventilasi Kamar Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Guguk Panjang Kota Bukittinggi Tahun 2018

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Alfajri, Hendy Rifda
Advisor:
Sulung, Neila
Oktavianis
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Perilaku Merokok, Kepadatan Hunian, Luas Ventilasi, ISPA.
DOI:
-
Abstract :
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit saluran pernapasan atas atau bawah, yang dapat menimbulkan berbagai spektrum penyakit infeksi ringan sampai penyakit mematikan, ISPA menempati urutan pertama dari 10 penyakit terbanyak di wilayah kerja Puskesmas Guguk Panjang tahun 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku merokok, kepadatan hunian kamar dan luas ventilasi kamar dengan kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Guguk Panjang kota Bukittinggi Tahun 2018. Penelitian ini merupakan Deskriptif Analitik dengan pendekatan studi Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 172 orang balita. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 120 orangtua balita. cara pengambilan sampel dengan menggunakan metode Simple Random Sampling. pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan obesrvasi menggunakan kuesioner di wilayah kerja Puskesmas Guguk Panjang Kota Bukittinggi tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 120 responden terdapat 60 (50%) responden yang memiliki perilaku merokok, 90 (75%) responden memiliki kepadatan hunian kamar yang tidak memenuhi syarat, 65 (54,2% ) responen memiliki luas ventilasi kamar yang memenuhi syarat dan 63 (52,5%) responden yang menderita ISPA. Hubungan perilaku merokok dengan kejadian ISPA p value = 0.000 dengan or = 71,5, hubungan kepadatan hunian kamar dengan kejadian ISPA p value = 0,000 dengan or = 64,2 dan hubungan luas ventilasi kamar dengan kejadian ISPA p value = 0.000 dengan or = 29,7. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan perilaku merokok, kepadatan hunian kamar dan luas ventilasi kamar dengan kejadian ISPA pada balita, disarankan kepada orangtua balita untuk lebih mengawasi anak balita agar tidak terpapar oleh asap rokok dan menerapkan sistem ventilasi paraler yang bisa dibuka dan ditutup sebagian.
Download From Google Drive