Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Resiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja dalam Pencegahan Infeksi Silang pada Praktik Perawat Gigi di Kota Bukittinggi Tahun 2018
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Puspa, Wina Arta
Advisor:
Harisnal
Maisyarah
Maisyarah
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Resiko K3, Penggunaan APD, Praktik Sterilisasi, dan Sosialisasi.
DOI:
-
Abstract :
Perawat gigi sebagai salah satu tenaga kesehatan gigi termasuk kelompok yang sangat rentan terkena resiko penyakit akibat kerja mengingat berbagai macam potensi bahaya yang ada di tempat kerjanya dalam rangka menjalankan tugas mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan APD, praktik sterilisasi, dan sosialisasi K3 dengan resiko K3 dalam pencegahan infeksi silang pada praktik perawat gigi di Kota Bukittinggi Tahun 2018. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan besar sampel 48 orang responden. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2018 di Kota Bukittinggi. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan 60,4% responden menggunakan APD tidak lengkap, 64,4% responden kurang baik dalam praktik sterilisasi, 50,0% responden mendapatkan sosialisasi K3 dan 66,7% responden beresiko terhadap kesehatan dan keselamatan kerja dalam pencegahan infeksi silang. Berdasarkan analisis bivariat terdapat hubungan bermakna antara penggunaan APD (pvalue 0,001, OR=10,714), praktik sterilisasi (pvalue 0,002, OR=9,533), sosialisasi K3 (pvalue 0,032, OR=5.000) dengan resiko K3. Kesimpulannya adalah dari semua variabel yang diteliti, dan paling memiliki peluang resiko K3 adalah praktik sterilisasi. Disarankan kepada perawat gigi untuk menjaga kualitas hasil instrumen yang telah disterilkan, dan pihak instansi untuk melengkapi jumlah peralatan yang cukup untuk merawat pasien sehingga tidak ada lagi alasan bagi perawat gigi untuk tidak mensterilkan alat.