Evaluasi Penggunaan SMS Gateway Dalam Meningkatkan Akses Jamban Di Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2018
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Jumiati, Gusni
Advisor:
Novela, Vina
Sari, Mila
Sari, Mila
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Evaluasi, SMS Gateway, Akses Jamban.
DOI:
-
Abstract :
Dari 22 Puskesmas yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota, terdapat 10 puskesmas yang menggunakan sistem monev STBM melalui SMS Gateway. Dalam pelaksanaannya, tidak semua sanitarian melakukan update data secara lansung disaat ada penambahan jumlah jamban di wilayah kerjanya. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi penggunaan SMS Gateway Dalam Meningkatkan Akses Jamban di Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, yaitu untuk memperoleh informasi lebih mendalam tentang penggunaan SMS Gateway di Kabupaten Lima Puluh Kota.Teknik pengambilan sampel yaitu Purposive Sampling. Hasil penelitian menyebutkan bahwa dari sumber daya tenaga sanitarian yang ada pada saat ini, sudah mencukupi dalam penggunaan SMS Gateway, namun dalam pelaksanaan monev ke lapangan, tenaga yang ada belum mencukupi karna memiliki tugas ganda. Dari metode update datanya, sebagian besar sanitarian tidak melakukan update data secara lansung setiap ada penambahan jumlah akses jamban di wilayah kerjanya. Belum ada kebijakan terkait upaya peningkatan akses jamban di Kabupaten Lima Puluh Kota.Sebelum dimulainya SMS Gateway pernah diadakan sosialisasi penggunaan SMS Gateway bagi sanitarian.Kegiatan monev ke puskesmas dilakukan setahun 2 kali.Penambahan data jamban dari tahun ke tahun tidak begitu terlihat peningkatannya. Pada penelitian ini didapat kesimpulan bahwa pada Input diketahui bahwa SDM di Kabuptaten Lima Puluh Kota masih kurang dalam pelaksanaan monev STBM ke lapangan. Metode update data bagi sanitarian yaitu tidak lansung melakukan update data setiap ada penambahan data akses jamban. Untuk sarana prasarana masih bermasalah dengan adanya gangguan server dan sebagian ada yang bermasalah dengan pulsa. Pada Proses yaitu pemantauan dan evaluasi dari Dinas Kesehatan belum maksimal, dan pada Output tidak begitu terlihat penambahan akses jamban dari tahun ke tahun dengan adanya penggunaan SMS Gateway di Kabupaten Lima Puluh Kota. Dari tahun 2014 akses jamban nya 50 % dan di tahun 2018 ini adalah 55,56 %.