Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Penyakit Kulit Akibat Kerja (PKAK) Oleh Pekerja Penggali Batubara di CV Bara Mitra Kencana (BMK) Sawahlunto Tahun 2018
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Wulandari, Hasri
Advisor:
Oktavianis
Harisnal
Harisnal
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Dermatitis, Personal Hygiene, APD, Pengetahuan, Dukungan Pimpinan, dan pekerja penggali tambang.
DOI:
-
Abstract :
Penyakit kulit akibat kerja (PKAK) merupakan istilah umum yang digunakan untuk kelainan pada kulit akibat paparan terhadap iritan di lingkungan kerja. Efek yang tampak biasanya berupa kemerahan saja sampai pada gatal, kulit melepuh, terbakar dan tumor. Tahun 2017, dalam 1 tahun terakhir terdapat 62 orang pekerja penggali tambang yang mengalami gejala dermatitis sampai penyakit dermatitis kontak iritan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan personal hygiene, alat pelindung diri, pengetahuan dan dukungan pimpinan dengan Penyakit Kulit Akibat Kerja (PKAK) pada pekerja penggali tambang batu bara BMK 35 di CV BMK (Bara Mitra Kencana) Sawahlunto tahun 2018. Jenis penelitian adalah survey analitik dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja konveksi. Pengambilan sampel menggunakan total random sampling dengan besar sampel 76 responden. Data dianalisa secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56,6% responden memiliki personal hygiene yang kurang baik, 55,3% responden memakai APD yang kurang lengkap, 57,9% responden memiliki pengetahuan yang kurang baik, 50,0% responden yang berpendapat dukungan pimpinan kurang baik dan 55,3% responden mengalami dermatitis. Ada hubungan antara personal hygiene (p value > 0,000; OR = 8,800), APD (p value > 0,047; OR = 2,857), pengetahuan (p value > 0,004; OR = 4,552) dan dukungan pimpinan (p value >0,003; OR = 4,800) dengan dermatitis. Dari semua variabel yang diteliti, yang paling memiliki peluang risiko untuk dermatitis adalah personal hygiene. Disarankan kepada pihak perusahaan untuk meningkatkan kegiatan sosialisasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).