Hubungan Gejala Klinis TB Paru Dengan Bakteri Tahan Asam Positif Di Puskesmas Kota Bukittinggi Tahun 2018

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Huljannah, Mifta
Advisor:
Putri, Yelmi Reni
Harisnal
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Gejala Tuberkulosis paru; BTA Positif.
DOI:
-
Abstract :
Tuberkulosis paru adalah penyakit yang disebabkan oleh M. tuberculosis. Pada tahun 2011 Indonesia menduduki peringkat ke-4 dunia untuk kasus tuberkulosis. Sumber infeksi berasal dari penderita yang membatukkan dahaknya. Resiko penularan TB lebih tinggi pada pasien dengan apusan dahak BTA (+) dibandingkan BTA (-). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Gejala Klinis TB Paru dengan BTA Positif Di Puskesmas Kota Bukittinggi Tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah pasien TB Paru berjumlah 59 orang dengan sample 59 orang yang menggunakan tehnik total sampling. Uji analisa yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil uji chi square dengan derajat kepercayaan 95% ( = 0,05). menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara batuk darah dengan BTA Positif (p=0,002) ada hubungan bermakna batuk darah dengan BTA Positif, demam dengan BTA Positif (p=1000) tidak ada hubungan yang bermakna demam dengan BTA Positif, sesak nafas dengan BTA Positif (p=0,010) ada hubungan bermakna sesak nafas dengan BTA Positif, Nyeri dada dengan BTA Positif (p= 0,023) ada hubungan bermakna antara nyeri dada dengan BTA Positif, anoreksia dengan BTA Positif (p=1000) tidak ada hubungan bermakna anoreksia dengan BTA Positif. Kesimpulan dari peneliti adalah terdapat hubungan antara gejala kinis TB Paru dengan BTA Positif Disarankan kepada PuskesmasAgar segera melakukan pemeriksaan BTA jika ditemukan pasien dengan gejala-gejala TB seperti batuk darah, demam, sesak nafas, nyeri dada dan anoreksia, sehingga pasien mendapatkan penanganan yang tepat.
Download From Google Drive